Headline.co.id, Jakarta ~ Chicago Fire vs Santos Laguna menjadi duel taktik menarik pada pertandingan Leagues Cup 2026 di SeatGeek Stadium, Bridgeview, Illinois, Minggu (9/8/2026) malam waktu setempat atau Senin (10/8/2026) pagi WIB. Pelatih Chicago Fire Gregg Berhalter telah mempelajari pola permainan Santos Laguna yang dapat melakukan pressing dengan formasi 4-4-2 sebelum berubah menjadi 4-2-3-1 ketika membangun serangan.
Menghadapi Chicago Fire vs Santos Laguna, Berhalter menilai fleksibilitas struktur permainan tim asal Liga MX tersebut menjadi salah satu aspek yang harus diantisipasi. Chicago Fire membutuhkan kemenangan untuk memperbesar peluang melangkah ke fase berikutnya setelah mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Necaxa.
Persiapan Chicago Fire vs Santos Laguna tidak hanya berfokus pada susunan pemain, tetapi juga bagaimana tuan rumah menghadapi pergerakan pemain Santos di antara lini, naiknya bek sayap, serta potensi serangan dalam situasi transisi. Berhalter memastikan timnya telah mempelajari karakter tersebut meski jeda antarlaga relatif singkat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini akan menjadi pertandingan yang berbeda. Kami telah melihat mereka menekan dalam formasi 4-4-2, menyerang dalam formasi 4-2-3-1. Jadi mereka memiliki pemain di antara lini, mereka memiliki bek sayap di ketinggian menengah untuk membawa jumlah pemain ke depan,” kata Berhalter.
Perubahan struktur tersebut membuat Chicago harus menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan. Ketika Santos menggunakan 4-2-3-1 dalam fase menyerang, tambahan pemain di belakang penyerang berpotensi membuka ruang di antara lini pertahanan dan gelandang Chicago.
Sebaliknya, ketika kehilangan bola, Santos dapat kembali merapat dengan pola 4-4-2 untuk membatasi ruang pemain lawan.
Berhalter Andalkan Kekuatan Transisi Chicago Fire
Berhalter melihat fase transisi dapat menjadi salah satu kunci pertandingan. Chicago Fire memiliki peluang memanfaatkan ruang ketika Santos kehilangan bola setelah mengirim lebih banyak pemain ke wilayah serang.
“Serangan balik, menurut saya, dalam pertandingan apa pun adalah aspek penting, apakah itu menekan, merebut bola dan memulai serangan lain di area pertahanan mereka atau jika Anda lebih rendah memanfaatkan ruang. Kami adalah tim serangan balik yang sangat kuat, jadi saat kami bermain, itu selalu menjadi faktor penting,” ujar Berhalter.
Strategi tersebut dapat menjadi opsi bagi Chicago setelah keberhasilan mereka mengalahkan Necaxa 2-0 pada pertandingan pembuka.
Jonathan Dean membuka keunggulan Chicago pada menit ke-31, sedangkan Andrew Gutman menambah gol pada menit ke-69. Hasil tersebut memberikan modal positif bagi The Fire menjelang laga melawan Santos Laguna.
Namun, Berhalter tidak ingin anak asuhnya hanya terpaku pada hasil sebelumnya. Santos tetap dinilai memiliki organisasi permainan yang dapat memberikan tekanan apabila Chicago gagal menjaga disiplin posisi.
Tiga Gelandang Bisa Jadi Senjata Chicago
Salah satu pendekatan yang berpotensi kembali digunakan Chicago adalah memainkan tiga gelandang. Skema tersebut sebelumnya memberikan pengaruh positif terhadap keseimbangan permainan tim.
Gelandang Chicago Fire Anton Salétros menilai tambahan satu pemain di sektor tengah membuat tim lebih mudah menghadapi lawan yang juga menempatkan banyak pemain di area tersebut.
“Sedikit lebih mudah bagi lini tengah karena kami memiliki satu orang ekstra. Ini sangat membantu. Biasanya Anda menghadapi tim yang mungkin bermain dengan tiga gelandang, dan kami telah bermain dengan dua di lini tengah selama musim ini, jadi ada sedikit kerugian di sana,” kata Salétros.
Menurut Salétros, formasi tiga gelandang juga memberinya keleluasaan untuk membawa bola dan membantu serangan dari posisi lebih tinggi.
“Tetapi pertandingan terakhir kami bermain dengan tiga gelandang, dan saya pikir itu sangat cocok untuk saya dengan atribut yang bisa saya bawa ke pertandingan. Saya bisa membawa bola sedikit lebih banyak dan berada sedikit lebih tinggi di lapangan serta membantu tim, jadi saya pikir itu bekerja cukup baik malam itu,” ujarnya.
Kepadatan lini tengah berpotensi menjadi aspek penting ketika menghadapi Santos yang dapat menggunakan 4-2-3-1. Kehadiran tiga gelandang memungkinkan Chicago memiliki lebih banyak opsi untuk mengontrol ruang sekaligus mengurangi kebebasan pemain lawan di belakang penyerang.
Andrew Gutman Waspadai Transisi Santos Laguna
Bek Chicago Fire Andrew Gutman juga mengingatkan rekan setimnya agar tidak meremehkan kualitas Santos Laguna meski klub asal Meksiko tersebut sedang berada dalam tren kurang baik.
Menurut Gutman, Santos memiliki organisasi permainan yang rapat dan dapat memberikan ancaman ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.
“Mereka tim yang bagus. Kerapatan yang baik. Mereka bisa berbahaya, terutama dalam momen transisi. Tetapi pada akhirnya, ini tentang kami dan bagaimana kami bisa menyakiti mereka, dan kami bisa mencetak gol melawan mereka dan meraih kemenangan,” kata Gutman.
Chicago mempunyai catatan yang belum dominan ketika berhadapan dengan klub Liga MX. The Fire telah memainkan 10 pertandingan resmi melawan tim-tim Meksiko dan mengalami enam kekalahan, dengan tiga kemenangan.
Dalam Leagues Cup, Chicago juga hanya memenangkan satu dari lima pertandingan menghadapi klub asal Meksiko.
Catatan tersebut membuat efektivitas implementasi strategi Berhalter menjadi penting, terutama ketika timnya menghadapi perubahan struktur permainan Santos.
Persiapan Chicago Lebih Banyak Lewat Video dan Pemulihan
Jeda pertandingan yang pendek membuat Chicago tidak memiliki banyak kesempatan melakukan latihan lapangan dengan intensitas tinggi.
Berhalter memilih mengombinasikan analisis video dengan pemulihan pemain agar kondisi skuad tetap terjaga.
“Banyak kerja video. Banyak modalitas pemulihan. Banyak pijat. Dan, biarkan mereka sendiri sebentar juga. Nutrisi itu penting, tidur itu penting,” tutur Berhalter.
Gutman menilai situasi tersebut bukan hal baru bagi pemain Chicago karena jadwal pertandingan tengah pekan juga kerap mereka hadapi sepanjang musim.
“Ini tentu saja pergantian yang cepat, tetapi ini bukan hal yang terlalu baru. Ada pertandingan tengah minggu sepanjang waktu selama musim berjalan. Bermain melawan tim Meksiko sedikit berbeda. Staf pelatih telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam mempersiapkan kami, dan kami siap beraksi,” ujarnya.
Chicago juga mendapatkan tambahan opsi setelah Joel Waterman kembali tersedia seusai menjalani hukuman akumulasi kartu.
Santos Laguna Juga Hadapi Masalah Persiapan
Jika Chicago harus mengatur pemulihan akibat jadwal padat, Santos Laguna menghadapi masalah tambahan berupa perjalanan yang lebih panjang dari rencana.
Perjalanan mereka dari New York yang seharusnya berlangsung sekitar dua jam berubah menjadi sekitar lima hingga enam jam akibat cuaca buruk.
Pelatih Santos Laguna Renato Paiva menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat sesi latihan tim lebih diarahkan untuk mengurangi ketegangan fisik.
“Lebih bagi para pemain untuk melepaskan ketegangan, karena saya beritahu Anda, kemarin sangat berat,” kata Paiva.
Keterbatasan waktu juga menyebabkan Santos lebih banyak mempelajari Chicago melalui teori.
“Mempelajari sistem Fire secara jelas sebanyak mungkin, dengan waktu yang kami miliki, kami mempersiapkannya, lebih banyak dalam teori daripada praktik,” ujarnya.
Meski timnya menghadapi tren buruk dan persiapan yang tidak ideal, Paiva tidak ingin hasil pertandingan ditentukan berdasarkan status favorit sebelum laga berlangsung.
“Pemakaman sepak bola penuh dengan tim favorit,” tegas Paiva.
Santos Laguna hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan kompetitif terakhir. Mereka juga memulai Leagues Cup dengan kekalahan 0-2 dari New York City FC.
Meski demikian, Berhalter menegaskan posisi kedua tim membuat pertandingan tetap memiliki tekanan besar karena sama-sama membutuhkan hasil maksimal.
“Bagi kami, Anda dapat menganalisisnya dengan cara apa pun yang Anda inginkan dan membuat inferensi apa pun tentang arti pertandingan ini, tetapi kami tahu apa artinya. Kami tahu tentang apa ini. Kami tahu kami harus memenangkan pertandingan. Kami tahu mereka harus memenangkan pertandingan dan saya pikir itu sudah cukup,” kata Berhalter.
Dengan pola 4-4-2 ketika melakukan pressing dan 4-2-3-1 saat menyerang yang dimiliki Santos, kemampuan Chicago Fire menjaga keseimbangan lini tengah, memanfaatkan transisi, dan mengeksekusi peluang akan menjadi bagian penting dari rencana permainan Berhalter dalam duel Leagues Cup 2026 tersebut.





















