Headline.co.id, Jakarta ~ Provinsi Riau mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD8,61 miliar pada periode terbaru, didorong oleh kinerja ekspor yang masih unggul. Data ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, menunjukkan bahwa ekspor Riau tetap menjadi pendorong utama surplus perdagangan di wilayah tersebut.
Kepala BPS Riau, Misfaruddin, menjelaskan bahwa ekspor Riau pada periode ini mencapai USD14,25 miliar, sementara impor tercatat sebesar USD5,64 miliar. “Ekspor kita masih lebih tinggi dibandingkan impor, sehingga neraca perdagangan kita tetap surplus,” ujar Misfaruddin. Ia menambahkan bahwa komoditas utama yang berkontribusi terhadap ekspor adalah minyak kelapa sawit dan produk turunannya, yang terus diminati di pasar internasional.
Lebih lanjut, Misfaruddin menyoroti bahwa meskipun ada tantangan global, seperti fluktuasi harga komoditas dan kebijakan perdagangan internasional, Riau berhasil mempertahankan performa ekspornya. “Kita harus terus meningkatkan daya saing produk ekspor kita agar bisa bersaing di pasar global,” tambahnya. Selain itu, ia juga menyebutkan pentingnya diversifikasi produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.
Ke depan, BPS Riau berencana untuk terus memantau perkembangan perdagangan internasional dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar dapat mengambil langkah strategis dalam meningkatkan ekspor. “Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ekspor,” tutup Misfaruddin. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Riau dapat terus mempertahankan surplus neraca perdagangan di masa mendatang.
















