Headline.co.id, Lumajang ~ Kecamatan Senduro di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini menawarkan destinasi wisata baru yang menarik, yaitu Air Terjun Sarun atau dikenal juga sebagai Antrukan Sarun. Terletak di Desa Bedayu, air terjun ini menambah daya tarik wisata alam di kawasan yang sudah terkenal dengan Gunung Semeru, Ranu Pane, Ranu Regulo, dan Pura Mandara Giri Semeru Agung.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lumajang 2025–2029, pengembangan kawasan wisata air terjun di Kecamatan Senduro menjadi salah satu fokus untuk memperkuat pariwisata berbasis alam. Air Terjun Sarun juga tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Infrastruktur Kabupaten Lumajang sebagai aset wisata penting.
Berbeda dengan destinasi wisata lainnya di Senduro, Air Terjun Sarun belum banyak dikunjungi wisatawan, sehingga suasana alaminya masih terjaga. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 10 menit dari area parkir melalui jalan setapak yang dikelilingi pepohonan. Suara gemericik air mulai terdengar saat mendekati lokasi, menambah kesan alami dari tempat ini.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter, dengan air yang mengalir dari mata air pegunungan dan membelah bebatuan alami. Lingkungan sekitar yang masih alami, tanpa bangunan komersial, menawarkan pengalaman mendengarkan suara air, kicauan burung, dan gesekan dedaunan.
Bagi penggemar fotografi, pemandangan di sekitar air terjun ini menawarkan banyak objek menarik untuk diabadikan. Sementara itu, wisatawan yang mencari ketenangan setelah beraktivitas di kawasan Semeru dapat menjadikan Air Terjun Sarun sebagai tujuan alternatif.
Rizky Pratama, seorang wisatawan dari Sukodono, Lumajang, mengungkapkan kekagumannya setelah mengunjungi air terjun ini. “Saya awalnya hanya ingin mencari tempat yang tenang setelah mendaki. Ternyata Air Terjun Sarun jauh lebih indah dari yang saya bayangkan. Airnya sangat jernih, udaranya sejuk, dan suasananya benar-benar menenangkan. Tempat seperti ini layak dikenal lebih banyak orang, tetapi semoga tetap terjaga keasriannya,” ujarnya pada Sabtu (25/7/2026).
Dewi Lestari, wisatawan asal Malang, juga merasakan hal serupa. Menurutnya, suasana yang belum ramai membuat pengunjung dapat menikmati alam dengan lebih leluasa. “Begitu sampai, rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar. Alamnya masih bersih dan tidak ramai sehingga kita benar-benar bisa menikmati suara alam. Saya pasti akan kembali lagi dan mengajak keluarga ke sini,” katanya.
Meningkatnya minat terhadap wisata alam membuka peluang bagi Air Terjun Sarun untuk semakin dikenal. Namun, pengembangannya harus diiringi dengan upaya menjaga sumber mata air, vegetasi, kebersihan, serta daya dukung lingkungan. Pengelolaan yang terukur diperlukan agar peningkatan jumlah pengunjung tidak menghilangkan karakter alami yang menjadi daya tarik utama destinasi ini.
Pariwisata berbasis alam diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Kehadiran Air Terjun Sarun menunjukkan bahwa potensi wisata Lumajang tidak hanya berada di kawasan puncak Semeru, tetapi juga di lereng gunung yang dapat dikembangkan dengan prinsip pelestarian dan pemberdayaan masyarakat.













