Highlight Berita Ponsel dan Sepeda Tertinggal, Pria 54 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Bantul Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan:
Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria berinisial BAN (54) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengambang di kolam ikan di Ngentak, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (24/7/2026) petang. Penemuan korban bermula ketika warga mencurigai telepon seluler dan sepeda milik korban yang masih tertinggal di sekitar lokasi.
Korban kemudian dicari oleh warga karena diketahui kerap beristirahat di sebuah gubuk dekat kolam tersebut. Setelah dilakukan pencarian, tubuh korban ditemukan mengambang di permukaan air sekitar pukul 17.45 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang memberi makan kambing di kandang yang berada di sisi timur kolam.
“Awalnya saksi diberi tahu warga lain bahwa ada telepon seluler tertinggal di gubuk dekat kolam. Karena melihat sepeda korban masih berada di lokasi dan korban memang kerap beristirahat di gubuk tersebut, saksi kemudian berinisiatif mencari korban,” kata Rita, Sabtu (25/7/2026).
Saksi kemudian menyusuri jalan setapak yang berada di tengah area kolam untuk mencari keberadaan korban. Saat melakukan pencarian, saksi melihat tubuh korban sudah dalam kondisi mengambang di permukaan air.
Temuan tersebut langsung diberitahukan kepada warga sekitar dan petugas keamanan Perum Bonatopas. Informasi penemuan korban selanjutnya diteruskan kepada jajaran Polsek Banguntapan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Polisi Datangi Lokasi dan Lakukan Olah TKP
Setelah menerima laporan, personel Polsek Banguntapan bersama sejumlah fungsi kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan area kolam, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Proses pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian sekaligus memastikan ada atau tidaknya indikasi tindak pidana. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Harjolukito.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi dan keterangan dari pihak keluarga, polisi tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi serta keterangan saksi dan anak korban, diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan,” ujar Rita.
Keluarga Menerima sebagai Musibah
Polisi memastikan seluruh tahapan penanganan di lokasi dilakukan sesuai prosedur. Pemeriksaan terhadap kondisi korban, keterangan saksi, dan informasi dari keluarga menjadi dasar awal dalam penanganan kejadian tersebut.
Keterangan keluarga mengenai riwayat epilepsi korban turut menjadi salah satu informasi yang diperoleh petugas. Namun, polisi tetap melakukan pemeriksaan di lokasi sebelum jenazah dibawa ke rumah sakit.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga selanjutnya mempersiapkan proses pemakaman korban.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena korban ditemukan meninggal dunia di dalam kolam ikan. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan peristiwa serupa agar lokasi dapat diamankan dan ditangani sesuai prosedur.






