Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) sedang mempersiapkan empat ruas jalan tol untuk digunakan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur strategis nasional. Inisiatif ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem pertahanan negara yang kuat melalui penyediaan infrastruktur dengan fungsi ganda.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi logistik, tetapi juga harus mendukung kepentingan strategis nasional dalam situasi tertentu. “Pembangunan jalan tol harus mampu mendukung kepentingan strategis nasional pada kondisi tertentu,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Empat ruas jalan tol yang dipersiapkan untuk landasan darurat pesawat tempur meliputi Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi. Jalan tol tersebut tetap berfungsi sebagai jalan tol dalam kondisi normal, namun telah dirancang dengan spesifikasi tertentu agar dapat digunakan untuk operasi penerbangan militer ketika dibutuhkan.
Dody menjelaskan bahwa panjang lintasan yang disiapkan terus disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pada Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, lintasan sekitar 2,8 kilometer (km) akan diperpanjang menjadi sekitar 3,8 km. Sementara pada Jalan Tol Japek II Selatan, lintasan diperpanjang dari sekitar 2,8 km menjadi 3,5 km. Adapun Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan dengan lintasan sepanjang tiga hingga 3,5 km.
Kesiapan pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat telah dibuktikan melalui uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung pada 11 Februari 2026. Dalam uji coba tersebut, dua pesawat tempur, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas di ruas KM 228 hingga KM 231. Keberhasilan ini menjadi pendaratan pesawat tempur pertama di jalan tol Indonesia sekaligus membuktikan kesiapan infrastruktur nasional mendukung operasi pertahanan.
Menurut Kementerian PU, konsep jalan tol multifungsi ini merupakan bentuk optimalisasi investasi infrastruktur agar tidak hanya memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan dan kesiapsiagaan nasional.



















