Headline.co.id, Pemerintah Indonesia Memperkuat Strategi Pemberantasan Judi Online Dengan Tidak Hanya Memblokir Situs ~ tetapi juga menargetkan seluruh ekosistem kejahatan digital yang mendukung operasinya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memberantas judi online, yang disampaikan dalam OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, menjadi kunci dalam memutus aliran dana dan menindak pelaku.
Meutya Hafid menegaskan bahwa pemutusan akses situs harus diikuti dengan pemutusan rekening penampung dana judi online. “Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung,” ujarnya. Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten judi online, serta melaporkan 38 ribu rekening terkait aktivitas tersebut, dengan 32.500 rekening telah ditutup.
Sinergi Antarinstansi
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) memperkuat sinergi antarinstansi dalam pemberantasan judi online. Meutya menyatakan bahwa penanganan harus terintegrasi, mulai dari pemutusan akses, pemutusan aliran dana, hingga penegakan hukum. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan menjadi tantangan utama sektor jasa keuangan.
Peran Industri Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan peran sentral perbankan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional. Hingga Mei 2026, OJK mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah dan 51,2 ribu penutupan hubungan usaha terhadap nasabah yang terindikasi terkait judi online. “Peningkatan upaya pencegahan kejahatan keuangan yang memanfaatkan layanan perbankan serta penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi hal yang strategis di era transformasi digital,” katanya.
Meutya optimistis bahwa pendekatan menyeluruh akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif. “Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya.
















