Headline.co.id, Malang ~ Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menekankan pentingnya penerapan perspektif gender dalam pengelolaan perhutanan sosial. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Pernyataan ini disampaikan Veronica dalam acara Rembug Perhutanan Sosial di Desa Sidodadi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (14/7/2026).
Veronica menegaskan bahwa perempuan harus mendapatkan akses dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya. “Ketika perempuan diberikan akses, ruang untuk berpartisipasi, peningkatan kapasitas, serta kepercayaan untuk mengelola sumber daya, mereka akan mampu menjadi subjek pembangunan,” ujarnya. Ia juga memperkenalkan Program Kebun Pangan Lokal Perempuan sebagai bagian dari Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga dan memberdayakan ekonomi perempuan melalui pendekatan permakultur.
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Program Kebun Pangan Lokal Perempuan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Veronica menjelaskan bahwa program ini tidak hanya tentang menanam, tetapi juga membangun ketahanan pangan keluarga dan mengembalikan budaya makan sehat. “Saya percaya, ketika kita membangun dan memberdayakan seorang perempuan, kita sedang membangun keluarga yang lebih sejahtera,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Pembangunan Desa
Bupati Malang, M. Sanusi, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Desa Sidodadi. Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat, daerah, desa, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sanusi juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan kemiskinan, stunting, dan kepastian hak atas tanah di kawasan hutan.
Potensi Perhutanan Sosial
Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru, menyatakan bahwa kawasan perhutanan sosial memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, perempuan masih menghadapi keterbatasan akses dalam pengelolaan sumber daya hutan. Dukungan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Jejakin dalam Program Fase 1 telah melakukan restorasi kawasan melalui penanaman bambu dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS).
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sinergi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat desa diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

















