Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia akan memperkuat posisi industri kimia dan farmasi nasional di pasar Eurasia melalui partisipasinya dalam INNOPROM 2026, pameran industri terbesar di kawasan tersebut. Sebagai Official Partner Country, Indonesia akan menampilkan enam pelaku industri yang mencerminkan kekuatan sektor kimia nasional, termasuk bahan kimia spesial, pupuk, kaca industri, kemasan fleksibel, keramik, dan daur ulang plastik. Pameran ini akan berlangsung pada Juli 2026 di Rusia.
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya sektor kimia dan farmasi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan mendukung kemandirian industri nasional. “Industri kimia dan farmasi adalah sektor strategis yang terus diperkuat,” ujar Menperin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, 6 Juli 2026.
Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 4,96 persen pada triwulan pertama 2026, meningkat dari 3,34 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 3,88 persen, dengan subsektor industri barang galian bukan logam menyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 9,12 persen.
Ekspor dan Investasi Meningkat
Ekspor IKFT selama Januari-Maret 2026 mencapai USD13,23 miliar, naik dari USD12,77 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia dengan nilai USD5,97 miliar. Investasi di sektor IKFT juga meningkat, mencapai Rp47,20 triliun pada triwulan pertama 2026, dibandingkan Rp45,57 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal IKFT, Taufiek Bawazier, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kesiapan industri kimia Indonesia untuk memperluas pasar dan menjalin kolaborasi global. “Rusia memiliki keunggulan yang dapat melengkapi pengembangan industri kimia Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi dan Transfer Teknologi
INNOPROM 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kerja sama dalam bentuk ko-manufaktur produk kimia bernilai tambah, transfer teknologi, dan pengembangan bahan baku farmasi. Indonesia akan diwakili oleh PT Zeus Kimiatama Indonesia, ASAKI, PT Argha Karya Prima Industry, PT Muliaglass, PT Herba Asa Nusa, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, dan Pupuk Indonesia.
Dara Amelia, Officer of Business Portfolio PT Pupuk Indonesia, menyambut positif keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut. “Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional,” ungkapnya.
Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional melalui kemitraan internasional. Kerja sama yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri kimia dan farmasi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan industri Indonesia terhadap tantangan global di masa depan.



















