Drama peringkat 3 terbaik Piala Dunia 2026 tersaji pada penutupan fase grup, Minggu (28/6/2026), saat Austria dan Aljazair bermain imbang 3-3 dalam laga Grup J. Gol penyeimbang yang dicetak Sasa Kalajdzic pada menit ke-96 bukan hanya menyelamatkan Austria dari kekalahan, tetapi juga memastikan Aljazair lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik sekaligus mengakhiri harapan Iran untuk melaju ke babak 32 besar.
Persaingan memperebutkan tiket fase gugur melalui jalur peringkat ketiga memang berlangsung hingga detik terakhir. Sebelum gol Kalajdzic tercipta, Iran masih berpeluang lolos setelah Riyad Mahrez membawa Aljazair unggul 3-2 pada masa injury time. Namun, perubahan skor di menit ke-96 mengubah seluruh peta klasemen peringkat ketiga terbaik.
Hasil tersebut sekaligus melengkapi daftar 32 tim yang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Argentina keluar sebagai juara Grup J usai mengalahkan Yordania 3-1, Austria lolos sebagai runner-up grup, sedangkan Aljazair melaju melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Iran harus puas mengakhiri turnamen meski tidak menelan satu pun kekalahan di fase grup.
Gol Kalajdzic Ubah Nasib Tiga Negara
Pertandingan Austria kontra Aljazair di Kansas City menjadi laga yang paling menentukan pada hari terakhir fase grup.
Austria lebih dulu unggul melalui Marko Arnautovic sebelum Rafik Belghali menyamakan kedudukan untuk Aljazair menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Marcel Sabitzer kembali membawa Austria memimpin. Namun Aljazair kembali merespons melalui Riyad Mahrez sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Drama mencapai puncaknya ketika Mahrez mencetak gol keduanya pada menit ke-93. Gol tersebut sempat membuat Aljazair unggul 3-2 dan mengubah posisi klasemen secara drastis.
Namun, hanya berselang tiga menit, Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96. Gol itu memastikan skor akhir menjadi 3-3 sekaligus mengubah nasib tiga tim sekaligus: Austria tetap lolos sebagai runner-up Grup J, Aljazair tetap mengamankan tiket sebagai peringkat ketiga terbaik, sedangkan Iran dipastikan tersingkir.
Iran Tersingkir Meski Tak Terkalahkan
Salah satu kisah paling menyakitkan pada penutupan fase grup dialami Iran.
Tim asal Asia tersebut menutup penyisihan Grup G dengan tiga hasil imbang dan mengoleksi tiga poin. Mereka sempat berada dalam posisi yang memungkinkan untuk lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Namun, hasil imbang Austria kontra Aljazair membuat Aljazair mengumpulkan empat poin dan menggeser Iran dari delapan besar klasemen peringkat ketiga terbaik.
Akibatnya, Iran harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 meski tidak sekalipun mengalami kekalahan sepanjang fase grup.
Aljazair Raih Tiket Bersejarah
Bagi Aljazair, hasil imbang dramatis tersebut menjadi penentu kelolosan mereka ke babak 32 besar.
Tim berjuluk The Desert Foxes mengakhiri fase grup dengan empat poin, jumlah yang cukup untuk menempati salah satu posisi delapan besar tim peringkat ketiga terbaik.
Mereka kemudian dipastikan menghadapi Swiss pada babak 32 besar setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dimainkan.
Austria Dampingi Argentina ke Fase Gugur
Selain Aljazair, Austria juga menjadi pihak yang diuntungkan dari hasil imbang dramatis tersebut.
Tambahan satu poin memastikan Austria finis di posisi kedua Grup J di bawah Argentina yang sebelumnya mengunci status juara grup usai mengalahkan Yordania 3-1.
Dengan status runner-up, Austria dijadwalkan menghadapi Spanyol pada babak 32 besar. Sementara Argentina akan bertemu Tanjung Verde (Cape Verde).
Daftar Tim Peringkat Ketiga Terbaik yang Lolos
Berakhirnya fase grup memastikan delapan tim berikut lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik:
- Republik Demokratik Kongo
- Swedia
- Ghana
- Ekuador
- Bosnia dan Herzegovina
- Aljazair
- Paraguay
- Senegal
Sementara itu, Iran, Korea Selatan, Skotlandia, dan Uruguay harus mengubur mimpi tampil di fase gugur setelah gagal menembus delapan besar klasemen peringkat ketiga terbaik.
Gol Sasa Kalajdzic pada menit ke-96 pun menjadi salah satu momen paling dramatis sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Satu sentuhan di penghujung laga bukan hanya menyelamatkan Austria, tetapi juga memastikan Aljazair tetap bertahan di turnamen, sekaligus menutup peluang Iran untuk melangkah ke babak 32 besar.






















