Headline.co.id, Yogyakarta ~ Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia kembali menggelar Piknik Edukatif bagi anak-anak penyintas kanker dan keluarganya di Eastparc Hotel Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendampingan psikososial yang dirancang untuk mengembalikan hak anak dalam bermain dan belajar, sekaligus membekali orang tua dengan edukasi kesehatan, gizi, dan perawatan selama mendampingi proses pengobatan. Sebanyak delapan keluarga dampingan di Yogyakarta mengikuti kegiatan yang berlangsung sepanjang hari dengan melibatkan tenaga kesehatan dan komunitas pendukung.
Berdasarkan pantauan headline.co.id, rangkaian kegiatan diawali dengan screening kesehatan, pemeriksaan gigi, pemutaran video edukasi, pengenalan komunitas Si Anak Hebat, sosialisasi gizi, serta pemantauan status gizi bersama orang tua. Setelah sesi edukasi selesai, anak-anak diajak menikmati berbagai wahana permainan di Eastparc Hotel Yogyakarta sebagai bagian dari aktivitas rekreasional yang bertujuan meningkatkan kesehatan mental mereka.
Piknik Edukatif Pita Kuning Bantu Pulihkan Semangat Anak dengan Kanker
Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Tyas Amalia, mengatakan Piknik Edukatif merupakan salah satu program rutin yayasan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan psikososial anak dengan kanker.
“Acara kali ini menjadi salah satu program reguler Pita Kuning karena tujuan kami adalah supaya mereka bisa mendapatkan kembali hak untuk bermain dan belajar. Dengan terpenuhinya kebutuhan psikologis, kami berharap proses pengobatannya bisa menjadi lebih optimal,” ujar Tyas kepada headline.co.id di Eastparc Hotel Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, perjalanan pengobatan kanker pada anak sering berlangsung dalam waktu yang panjang sehingga tidak sedikit anak mengalami kelelahan fisik maupun mental. Karena itu, kegiatan rekreasi diharapkan mampu memberikan penyegaran sebelum mereka kembali menjalani pengobatan di rumah sakit.
“Makanya kami membuat piknik, jalan-jalan yang menyenangkan untuk mereka. Setelah perjalanan pengobatan yang panjang, penat dan capek, mereka bisa refresh. Saat kembali ke rumah sakit, semangatnya sudah penuh lagi,” katanya.
Menurut Tyas, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang bertemunya keluarga-keluarga yang selama ini tinggal tersebar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Di kegiatan ini kami mengundang anak, orang tua, bahkan adik atau kakaknya. Saat anak-anak bermain, orang tua mendapatkan edukasi terkait gizi dan kesehatan gigi sehingga mereka memperoleh bekal saat mendampingi anak menjalani pengobatan,” ujarnya.
Delapan Keluarga Ikuti Piknik Edukatif di Eastparc Hotel Yogyakarta
Delapan keluarga dampingan mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan edukasi dari dokter gizi, anak-anak juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan gigi bersama komunitas Si Anak Hebat yang terdiri dari para dokter.
“Anak-anak juga diberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik karena kesehatan mulut menjadi salah satu aspek penting selama menjalani pengobatan kanker,” kata Tyas.
Tyas mengungkapkan, sebagian besar anak yang didampingi Pita Kuning telah menjalani pengobatan selama lebih dari dua tahun. Bahkan, salah seorang anak baru saja menyelesaikan operasi rekonstruksi rahang yang berlangsung selama 17 jam akibat kanker pada rongga mulut.
“Perjalanan kanker itu tidak satu atau dua tahun. Ada yang sudah tiga tahun, lima tahun. Yang terbaru bahkan baru menjalani operasi rekonstruksi rahang selama 17 jam dan sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, jenis kanker yang paling banyak dialami anak-anak dampingan di Yogyakarta adalah leukemia atau kanker darah.
“Nomor satu masih leukemia atau kanker darah. Angkanya memang masih menjadi yang tertinggi, sama seperti yang terjadi secara global,” ujarnya.
Data Kanker Anak di Indonesia Masih Tinggi, Dukungan Psikososial Dinilai Penting
Data Globocan 2020 menunjukkan terdapat sekitar 11.156 kasus kanker pada anak usia 0–19 tahun setiap tahun di Indonesia. Kanker juga menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia dan termasuk penyakit tidak menular dengan biaya pengobatan tinggi serta durasi terapi yang panjang.
Menurut Tyas, kondisi tersebut membuat dukungan psikologis menjadi bagian penting dalam proses pendampingan anak selama menjalani terapi medis.
Mengapa Eastparc Hotel Dipilih untuk Piknik Anak Pejuang Kanker?
Tyas mengatakan lokasi penyelenggaraan Piknik Edukatif sengaja dipilih di hotel agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh pengalaman baru yang belum tentu bisa mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin memberikan pengalaman baru karena mayoritas keluarga dampingan berasal dari keluarga prasejahtera. Mungkin ke hotel juga jarang atau bahkan belum pernah. Mereka bisa merasakan kenyamanan, makanan yang baik, sekaligus menikmati banyak wahana bermain,” katanya.
Ia menegaskan setiap kegiatan Pita Kuning selalu berpindah-pindah lokasi agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar dan rekreasi yang berbeda.
“Bisa ke taman bermain, museum, atau tempat lain. Kami ingin bukan hanya bermain, tetapi juga ada unsur belajarnya,” ujarnya.
Pendampingan Pita Kuning Tak Hanya Soal Pengobatan Anak
Selain kegiatan psikososial, Pita Kuning juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada keluarga. Yayasan tidak hanya membantu kebutuhan anak selama pengobatan, tetapi juga memfasilitasi akses psikolog, membantu komunikasi dengan dokter, hingga memberikan advokasi ketika anak akan kembali bersekolah.
“Pita Kuning fokus meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarganya. Kami punya pekerja sosial yang tersertifikasi dari Kementerian Sosial sehingga pendampingannya bukan sekadar menemani, tetapi ada intervensi profesional sesuai kebutuhan keluarga,” kata Tyas.
Di Yogyakarta sendiri, Pita Kuning saat ini mendampingi delapan anak penderita kanker usia 0 hingga 18 tahun. Selain pendampingan psikososial, yayasan juga membantu kebutuhan obat yang tidak ditanggung BPJS, transportasi menuju rumah sakit, hingga dukungan nutrisi bulanan.
“Transportasi menjadi salah satu faktor yang membuat keluarga kesulitan mengakses rumah sakit. Karena itu kami membantu biaya transportasi, nutrisi bulanan, susu, madu, hingga kebutuhan sehari-hari yang diperlukan anak selama pengobatan,” jelasnya.
Cara Mendapatkan Pendampingan Pita Kuning bagi Anak dengan Kanker
Tyas menambahkan, masyarakat yang ingin mengajukan pendampingan dapat menghubungi Pita Kuning melalui akun Instagram @pita_kuning maupun situs resmi pitakuning.or.id. Seluruh calon penerima manfaat akan melalui proses survei untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga prasejahtera yang memenuhi kriteria pendampingan.
Pita Kuning Siapkan Perluasan Pendampingan ke Semarang dan Solo
Yogyakarta dipilih sebagai salah satu wilayah layanan Pita Kuning sejak 2021 karena tingginya jumlah pasien kanker anak yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito serta adanya dukungan jejaring mitra di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Kami melihat Sardjito menerima pasien bukan hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Papua, Kalimantan, hingga Sumatera. Karena itu kami ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak anak dengan kanker yang bisa mendapatkan pendampingan,” tutur Tyas.
Ke depan, Pita Kuning juga tengah mengkaji perluasan layanan ke wilayah Semarang dan Solo yang dinilai memiliki kebutuhan pendampingan anak dengan kanker cukup besar. Saat ini, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan karena di Yogyakarta baru terdapat satu pekerja sosial yang bertugas melakukan pendampingan langsung kepada seluruh keluarga dampingan.





















