Headline.co.id, Minahasa Selatan ~ Peringatan dini cuaca Sulawesi Utara dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 26 Juni 2026. BMKG menginformasikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 14.06 WITA di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperkirakan dapat meluas ke beberapa kabupaten lain dan berlangsung hingga pukul 17.06 WITA.
Informasi yang dilansir Headline.co.id dari situs resmi BMKG menyebutkan, peringatan dini tersebut diterbitkan pada 26 Juni 2026 pukul 13.56 WITA oleh Prakirawan BMKG Sulawesi Utara.
Pusat perhatian peringatan dini berada di Kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya di wilayah Tompaso Baru dan Maesaan, yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 14.06 WITA.
BMKG: Potensi Hujan Dapat Meluas ke Sejumlah Kabupaten
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Sulawesi Utara.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
- Kabupaten Bolaang Mongondow: Poigar, Passi Timur, Bilalang.
- Kabupaten Minahasa Selatan: Modoinding, Ranoyapo, Motoling, Kumelembuai, Motoling Barat, Motoling Timur.
- Kabupaten Minahasa Tenggara: Touluaan Selatan.
- Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: Bintauna.
- Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: Tutuyan, Kotabunan, Mooat.
- Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: Posigadan.
Wilayah-wilayah tersebut masuk dalam potensi perluasan hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesuai pembaruan informasi yang dirilis BMKG.
Kondisi Diperkirakan Berlangsung hingga Pukul 17.06 WITA
Dalam keterangannya, BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 17.06 WITA.
BMKG menyatakan, “Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pkl 17:06 WITA.”
Informasi tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Sulawesi Utara sebagai bagian dari layanan peringatan dini cuaca kepada masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.




















