Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berlangsung adil dan inklusif. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat perlindungan dan layanan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas, selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (23/6/2026), Satgas PRR menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan layanan perlindungan sosial. Selain itu, pendampingan kesehatan mental dan psikososial juga menjadi fokus utama untuk memastikan tidak ada penyintas yang tertinggal dalam proses pemulihan.
Fokus pada Kelompok Rentan
Upaya pemulihan ini mencakup pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang lebih inklusif dan ramah bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan bahwa perspektif perlindungan kelompok rentan harus menjadi bagian integral dari setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. “Perhatian khusus harus diberikan kepada perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas agar proses pemulihan berjalan lebih adil dan inklusif,” ujar Veronica Tan saat kunjungan ke Sumatra Barat.
Strategi Pemulihan Terintegrasi
Komitmen pemerintah ini telah terintegrasi dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028. Dokumen tersebut memuat strategi pemenuhan hak dasar kelompok rentan dan memperluas layanan psikososial yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah terdampak.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026–2028. Anggaran ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak, mulai dari infrastruktur, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi dan sosial masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memastikan pemulihan yang berkeadilan dan inklusif bagi semua pihak terdampak,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berlangsung lebih efektif dan menyeluruh, memberikan perlindungan dan layanan yang memadai bagi semua kelompok masyarakat, terutama yang paling rentan.






















