Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai fondasi utama dalam pengembangan ekonomi digital nasional. Pada acara Deklarasi Digital Ecosystem Alliance (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026), Meutya mengungkapkan bahwa pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi biometrik dan kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat keamanan dan inklusi digital di Indonesia.
Menurut Meutya, Indonesia memiliki lebih dari 230 juta pengguna internet, yang setara dengan 81 persen dari total populasi. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. “Ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan inklusif diperlukan agar nilai ekonomi dapat dirasakan masyarakat,” ujar Menkomdigi.
Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital yang tidak hanya berfokus pada adopsi, tetapi juga pada keamanan pengguna. Sistem identitas digital berbasis biometrik dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman digital seperti penipuan dan kejahatan siber. Selain itu, AI juga dikembangkan untuk layanan publik, termasuk program perlindungan sosial di Banyuwangi.
Peran AI dan Biometrik dalam Transformasi Digital
Meutya menegaskan bahwa transformasi digital harus berdampak langsung kepada masyarakat. “Teknologi, termasuk AI dan biometrik, harus mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada warga,” katanya. Proyek percontohan di Banyuwangi menunjukkan bagaimana AI dapat mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat.
Tantangan Kepercayaan dalam Ekosistem Digital
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa tantangan terbesar ekosistem digital bukan dari persaingan global, melainkan hilangnya kepercayaan dan kolaborasi di dalam negeri. “Trust adalah bandwidth baru ekonomi digital,” ujarnya, menekankan pentingnya perlindungan pelanggan dalam DEAL 2026.
Inisiatif Strategis DEAL 2026
Melalui DEAL 2026, pemerintah dan pemangku kepentingan menyepakati delapan inisiatif strategis, termasuk penguatan konektivitas, perlindungan pelanggan, dan pengembangan AI nasional. Pemerintah berharap penguatan teknologi AI dan biometrik dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang aman dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.






















