Headline.co.id, Kendari ~ Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Tenggara menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan warga RW 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari. Keluhan tersebut terkait dengan seorang anak yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) serta meningkatnya populasi nyamuk di daerah tersebut setelah banjir melanda beberapa waktu lalu. Setelah menerima laporan dari warga, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan menyeluruh. Kehadiran tim ini disambut antusias oleh masyarakat yang khawatir dengan kondisi lingkungan pascabanjir. Genangan air yang tersisa akibat banjir dianggap menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD yang berbahaya bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 156 rumah di wilayah RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo mendapatkan layanan fogging atau pengasapan dari Tim PJP Biddokkes Polda Sultra. Proses fogging dilakukan secara sistematis dari rumah ke rumah untuk memastikan seluruh area permukiman terbebas dari ancaman nyamuk pembawa virus dengue. Dilansir dari TBN Sultra, Kamis (18/6/26).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Tim PJP Biddokkes Polda Sultra menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat reaktif, melainkan juga preventif untuk mencegah meluasnya kasus DBD di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo. Masyarakat juga dihimbau untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir di tengah-tengah kesulitan warga, khususnya dalam mengantisipasi dampak kesehatan lingkungan. Kombes Pol. Ignatius Hendra juga menambahkan bahwa Tim PJP dibentuk secara khusus dengan pendekatan “Presisi” agar mampu merespons aduan masyarakat dengan cepat dan akurat. Ia berharap kegiatan fogging ini dapat memberikan rasa aman secara psikologis maupun medis bagi masyarakat, khususnya warga Kelurahan Lepo-Lepo.
Respon cepat dari jajaran Biddokkes Polda Sultra ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pemerintah setempat. Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih langsung kepada pihak kepolisian atas kepedulian luar biasa yang ditunjukkan di wilayah kerjanya.





















