Headline.co.id, Batang ~ Keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada komunikasi publik dan literasi masyarakat yang kuat. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang berperan aktif dalam memastikan setiap tahap TMMD tersampaikan secara luas dan edukatif kepada masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Batang, Puji Setiyowati, menyatakan bahwa Diskominfo konsisten menjadi mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan TMMD melalui publikasi, penyebarluasan informasi, dan penguatan literasi digital.
Puji Setiyowati menjelaskan bahwa sinergi Diskominfo dan penyelenggara TMMD telah berlangsung setiap tahun. Dukungan ini dimulai sejak tahap awal melalui koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program. Diskominfo memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, termasuk media luar ruang, media sosial, dan media digital berbasis internet, untuk memastikan informasi TMMD dapat menjangkau masyarakat secara luas. “Kami mendukung melalui publikasi yang jelas dan terintegrasi. Setiap kegiatan TMMD selalu kami tayangkan melalui berbagai platform digital agar masyarakat mengetahui progres dan manfaatnya,” jelas Puji.
Selain fokus pada penyebaran informasi, Diskominfo Batang juga mengoptimalkan dukungan teknis dalam dokumentasi dan produksi konten. Tim multimedia dan livestreaming dilibatkan untuk mendokumentasikan kegiatan secara menyeluruh, sehingga pelaksanaan TMMD tidak hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi juga sumber informasi publik yang transparan dan akuntabel. Puji Setiyowati menilai bahwa dokumentasi digital memiliki peran penting karena mampu memperlihatkan proses pembangunan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat. “Setiap kegiatan pasti ada tayangan dan dokumentasinya. Tim multimedia dan livestreaming kami mendukung agar pelaksanaan TMMD dapat tersampaikan secara utuh kepada publik,” katanya.
Lebih dari itu, Diskominfo juga memanfaatkan momentum TMMD sebagai ruang pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital. Program penyuluhan yang menjadi bagian dari TMMD diintegrasikan dengan edukasi mengenai pemanfaatan media digital secara bijak dan produktif. Menurut Puji, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar di ruang digital. “Dalam setiap penyelenggaraan TMMD biasanya ada kegiatan penyuluhan. Kami ikut memberikan materi literasi digital kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi publik,” ujarnya.
Penyuluhan tersebut tidak hanya disampaikan oleh Diskominfo, tetapi juga melibatkan berbagai perangkat daerah dan narasumber sesuai tema kegiatan. Pendekatan ini membuat materi yang diterima masyarakat lebih kontekstual, mulai dari isu kesehatan, pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Diskominfo Batang, kata Puji, berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan ruang komunikasi pemerintah, narasumber, dan masyarakat agar informasi yang disampaikan dapat dipahami sekaligus memberi manfaat langsung.
Dengan pola kolaborasi tersebut, TMMD di Kabupaten Batang tidak hanya menghadirkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan warga dinilai menjadi modal penting untuk membangun desa yang maju, adaptif, dan berdaya saing.




















