Headline.co.id, Banda Aceh ~ Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa peringatan 821 tahun Banda Aceh bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari perjalanan panjang sejarah, ketahanan, dan harapan yang terus dijaga bersama. “Banda Aceh adalah kota yang pernah diuji, pernah jatuh, namun selalu memilih untuk bangkit, belajar, dan melangkah dengan lebih kuat,” ujar Illiza.
Menurut Illiza, Banda Aceh saat ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan, tetapi juga memiliki arah pembangunan yang jelas ke depan. “Perayaan ini benar-benar menghadirkan dampak, menguatkan ekonomi, menghadirkan kepedulian, dan menjaga kebersamaan di kita,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan perayaan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I APEKSI yang menjadi ruang kolaborasi antar kota untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas dalam menghadapi tantangan pembangunan. Selain itu, Banda Aceh Experience City Expo juga menjadi wadah strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kreativitas masyarakat. “Selama City Expo ini, kita melihat Banda Aceh benar-benar hidup. UMKM tumbuh, anak-anak muda berkarya, komunitas bergerak,” kata Illiza.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keterlibatan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghidupkan kota tersebut. Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan rasa memiliki terhadap kota Banda Aceh. “City Expo ini mungkin kita tutup malam ini. Panggung-panggung ini mungkin akan dibongkar esok pagi. Namun semangat yang kita bangun di dalamnya tidak boleh ikut dibongkar. Mari kita terus berkolaborasi, menjaga, dan membangun Banda Aceh yang kita cintai,” pungkas Illiza.






















