Headline.co.id, Jakarta ~ PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, kembali mengirimkan tenaga kerja profesional ke luar negeri sebagai bagian dari strategi ekspansi global mereka. Setelah sukses mengirimkan 12 tenaga profesional untuk proyek Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) di Arab Saudi pada Februari 2026, kini GDPS mengirimkan 7 tenaga profesional Indonesia untuk bergabung sebagai Engineer dalam proyek MRO One Air International di Korea Selatan.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, menyatakan bahwa keterlibatan tenaga profesional Indonesia dalam proyek MRO di Korea Selatan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan mitra global terhadap kualitas layanan GDPS. “Pengiriman engineer ke Korea Selatan ini merupakan bentuk nyata komitmen GDPS dalam mendukung pengembangan talenta Indonesia agar mampu berkiprah di industri aviasi global. Kami percaya bahwa SDM Indonesia memiliki kompetensi dan integritas yang mampu memenuhi standar internasional,” ujar Cornelis Radjawane di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Cornelis menambahkan bahwa keberhasilan pengiriman tenaga profesional ini semakin menegaskan komitmen GDPS dalam mendukung ekspansi bisnis di pasar internasional, khususnya pada sektor Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) industri aviasi. Keterlibatan para engineer dalam proyek MRO di Korea Selatan ini menjadi langkah strategis yang memperkuat peran GDPS dalam menghadirkan solusi tenaga kerja profesional yang andal, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
Langkah ini juga sejalan dengan visi jangka panjang GDPS untuk terus memperkuat kehadiran perusahaan di pasar global melalui penyediaan tenaga kerja profesional yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Melalui pengembangan kerja sama strategis dengan berbagai mitra internasional, GDPS berkomitmen untuk terus membuka peluang penempatan tenaga profesional Indonesia di berbagai negara. Cornelis menutup dengan menegaskan komitmen GDPS untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta Indonesia di kancah internasional.























