Headline.co.id, Nagan Raya ~ Program pemberdayaan ekonomi berbasis desa yang dilaksanakan oleh Baitul Mal Aceh melalui bantuan kepada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Gampong Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, menunjukkan hasil yang positif. Bantuan modal usaha yang diberikan sejak 2022 telah berhasil menggerakkan perekonomian warga dan membuka lapangan kerja baru.
Tim Baitul Mal Aceh melakukan peliputan mengenai kisah sukses mustahik penerima bantuan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa. Salah satu contoh keberhasilan tersebut adalah BUMG Gampong Ie Beudoh yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Muhammad Yunus M. Yusuf, yang dikenal sebagai Abon Yunus, menyatakan bahwa program BUMG merupakan wujud nyata komitmen lembaganya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Program BUMG ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kami dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Yunus dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Pada 2022, Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta kepada BUMG setempat. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan unit usaha yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hasilnya, unit usaha tersebut kini mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp12 juta per bulan. Dari sisi produksi, BUMG telah mampu memproduksi sekitar 500 kotak per hari, meskipun permintaan pasar mencapai 2.000 kotak per hari.
Keuchik Gampong Ie Beudoh, Ikhsan Januarijal, menyampaikan bahwa bantuan modal dari Baitul Mal Aceh menjadi faktor penting dalam pertumbuhan usaha tersebut. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, usaha kami terus berkembang dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya melalui sistem bagi hasil,” katanya.
Selain meningkatkan pendapatan gampong, usaha ini juga memberikan dampak sosial yang nyata melalui penciptaan lapangan kerja. Saat ini, sebanyak 22 tenaga kerja telah direkrut, dan seluruhnya merupakan warga setempat. Langkah ini dinilai efektif dalam membantu mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Nilai sosial usaha tersebut juga semakin kuat karena masyarakat Gampong Ie Beudoh dan sekitarnya diperbolehkan mengambil air siap konsumsi dari pipa yang telah disediakan tanpa dikenakan biaya. Warga hanya diminta memberikan sedekah seikhlasnya yang selanjutnya disalurkan untuk kebutuhan masjid setempat.
Meski telah menunjukkan keberhasilan, pengelola BUMG berharap adanya tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Keberhasilan BUMG Gampong Ie Beudoh menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Model pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai gampong lainnya guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara lebih luas.


















