Headline.co.id, Jakarta ~ Model majalah dewasa Adva Lavie didakwa melakukan serangkaian tindak pidana berupa penipuan, pemerasan, dan pencurian setelah polisi menemukan uang tunai lebih dari US$ 200 ribu atau sekitar Rp 3 miliar, emas batangan, koin, serta senjata api di apartemennya di Los Angeles. Penggerebekan dilakukan pada Mei 2025 di kawasan Holt Avenue. Polisi menduga Lavie menjalankan aksinya dengan menargetkan pria-pria kaya melalui aplikasi kencan sejak 2023 hingga 2025. Saat ini, Lavie telah menyerahkan diri dan menunggu proses persidangan dengan sejumlah pembatasan hukum.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penggerebekan aparat kepolisian Los Angeles di apartemen Lavie. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan dua brankas berisi uang tunai, logam mulia, serta puluhan barang yang diduga hasil pencurian. Detektif Andrea March mengatakan, “Barang-barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam dua brankas, bersama setidaknya 40 item pakaian yang diduga hasil pencurian.”
Polisi juga mengidentifikasi sebagian barang sebagai milik Elizabeth Craine. Sekitar 20 pasang sepatu dan sejumlah pakaian yang ditemukan diduga sebelumnya disimpan di rumah ayah Craine, Michael Craine, di Beverly Hills. Kecurigaan muncul setelah korban melihat unggahan Instagram Lavie yang mengenakan gaun bermotif zebra yang disebut sangat khas dan sulit didapat.
Dalam dokumen pengadilan, jaksa menyebut Lavie menjalankan modus dengan mendekati pria-pria kaya berusia lebih tua di wilayah Los Angeles, termasuk Beverly Hills dan West Hollywood, melalui aplikasi kencan. Selain menjalin hubungan, ia juga diduga memeras korban untuk mendapatkan uang.
Salah satu korban, Alireza Salehpour, mengaku mengalami tekanan setelah bertemu Lavie di sebuah festival seni di Miami dan melanjutkan pertemuan di Los Angeles. “Ia meminta US$ 50 untuk ongkos Uber dan US$ 100 untuk waktu yang dihabiskan bersama,” ujar Salehpour. Ia menambahkan, “Ia mengancam tidak akan menghapus unggahan tersebut jika saya tidak membayar,” setelah Lavie mengunggah fotonya disertai hinaan di media sosial. Salehpour akhirnya mengirimkan uang tersebut.
Korban lain, Scott Thurman, warga Hermosa Beach, menemukan transaksi mencurigakan di kartu kreditnya, termasuk pembelian kosmetik dan tiket pesawat. Saat Thurman mengancam akan menggugat, Lavie justru menuduhnya melakukan kekerasan seksual.
Kasus berbeda dialami Eden Lynn Strelioff yang kehilangan dua kartu kredit dan uang tunai US$ 500 saat berada di Las Vegas. Polisi menyebut Lavie menggunakan nama samaran “Mia Ventura” pada saat kejadian. Dua transaksi senilai total US$ 900 kemudian tercatat di sebuah salon mewah di Beverly Hills menggunakan kartu tersebut.
Lavie telah menyerahkan diri pada Oktober lalu dan menunjuk pengacara Louis Justin Shapiro. Ia dibebaskan tanpa uang jaminan dengan sejumlah syarat, di antaranya mengenakan gelang pelacak GPS, mengizinkan penggeledahan sewaktu-waktu, tidak mendekati para korban, tidak meninggalkan negara, serta dilarang menggunakan aplikasi kencan.
Di sisi lain, Lavie diketahui bertunangan dengan miliarder Stephen Cloobeck yang disebut membiayai seluruh proses hukumnya. Cloobeck menyatakan tunangannya terjerat dalam “sisi gelap” pergaulan elite Los Angeles dan menyebut pria-pria yang pernah berkencan dengan Lavie sebagai predator.
Lavie dijadwalkan menjalani sidang dakwaan dengan enam tuduhan pidana berat, termasuk pencurian besar, pembobolan, dan penggunaan identitas tanpa izin. Aparat kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini.






















