Headline.co.id, Surabaya ~ Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 520/531/412.221/2026 pada 16 Maret 2026. Surat ini berisi tentang langkah antisipasi dan mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan akan lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya. SE ini ditujukan khususnya untuk sektor pertanian.
Dalam SE tersebut, Setyo Wahono menekankan pentingnya pengelolaan air secara efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber dan jaringan air yang ada, serta menerapkan irigasi hemat air secara bergantian. Langkah ini harus berdasarkan rekomendasi dari petugas teknis Dinas PU SDA Kabupaten/Provinsi dan Penyuluh Pertanian di masing-masing wilayah.
Selain itu, penyesuaian pola dan waktu tanam juga menjadi perhatian. Para petani dihimbau untuk mengganti komoditas dari padi ke tanaman polawija. Namun, bagi daerah yang masih mendapatkan layanan irigasi, dianjurkan untuk menanam padi varietas tahan kering dengan umur genjah 70-90 hari setelah tanam (HST). Perlindungan tanaman juga perlu ditingkatkan dengan kewaspadaan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu dan ramah lingkungan, serta pemanfaatan pupuk organik, agens hayati, dan biosaka.
Penguatan kelembagaan dan gotong royong juga ditekankan melalui sinergi antar petani. Kerja bakti untuk pembenahan dan pembersihan saluran irigasi agar tetap berfungsi normal sangat dianjurkan. Pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan diharapkan berperan aktif dalam koordinasi distribusi air secara adil dan memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana pertanian sesuai kewenangan mereka.
“Mari bersama-sama meningkatkan peran pemerintah mulai dari pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan, melalui koordinasi terkait distribusi air secara adil, memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana pertanian sesuai kewenangannya,” ujar Setyo dalam siaran tertulisnya dari Pemkab Bojonegoro, Rabu (8/4/2026).
Menurut prediksi BMKG Tuban, awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro 2026 akan dimulai pada tiga dasarian. Pada April Dasarian II (tanggal 11-20), kemarau akan melanda Kecamatan Balen, Baureno, Kanor, dan Kepohbaru. Selanjutnya, pada April Dasarian III (tanggal 21-30), kemarau akan melanda Kecamatan Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Malo, Margomulyo, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Tambakrejo, dan Trucuk. Sementara itu, pada Mei Dasarian I (tanggal 1-10), kemarau akan melanda Kecamatan Bubulan, Gondang, Kedungadem, Ngambon, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, dan Temayang.




















