Headline.co.id, Wali Kota Probolinggo ~ Aminuddin, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama aparatur sipil negara (ASN), untuk melakukan penghematan energi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap dampak eskalasi geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM). Imbauan tersebut disampaikan di kawasan Timur Tengah, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu, 5 April 2026.
Aminuddin menekankan pentingnya efisiensi energi seiring meningkatnya ketegangan yang berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia dan ketersediaan BBM nasional. Pemerintah kota mendorong ASN untuk menggunakan sepeda atau kendaraan listrik menuju tempat kerja, khususnya setiap Selasa dan Kamis. “Kami mulai pembiasaan dari sekarang. Harapannya, semangat efisiensi BBM ini dapat berjalan dan membantu mengantisipasi potensi kelangkaan,” ujarnya.
Bagi ASN yang belum memiliki sarana transportasi alternatif, pemerintah kota menyediakan armada angkutan berupa kendaraan operasional yang dapat digunakan melalui layanan call center 112 dengan sistem penjadwalan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.4.3/189/425.001/2026 tentang Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan Bahan Bakar Minyak, tertanggal 18 Maret 2026.
Surat edaran tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, yang dapat memicu kelangkaan semu di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Masyarakat diminta melakukan penghematan energi dengan menggunakan kendaraan secara bijak, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan transportasi alternatif, seperti angkutan umum, bersepeda, atau berjalan kaki untuk jarak dekat. Masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dianjurkan melakukan perjalanan bersama (carpooling) guna mengurangi konsumsi BBM. Selain itu, penggunaan kendaraan berbasis energi alternatif, seperti kendaraan listrik, juga didorong sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Khusus bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, program bersepeda ke tempat kerja (bike to work) mulai diterapkan sejak 26 Maret 2026 dan dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis. Setiap perangkat daerah diminta melaporkan pelaksanaan program tersebut secara berkala kepada Sekretaris Daerah. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo, M. Abas, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai, bersepeda tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam penghematan energi. “Kegiatan ini dapat menjadi contoh gaya hidup sehat sekaligus efisien bagi masyarakat,” ujarnya.




















