Headline.co.id, Kupang ~ Nusa Tenggara Timur. Pada Selasa (1/4/2026) sore, kegiatan panen simbolis proyek percontohan jagung dilaksanakan di RT 050/RW 020 Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Acara ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan tema “Ekosistem Jagung Gotong Royong Tani Optimal Group – NTT Lumbung Jagung Nasional”. Acara ini berlangsung dari pukul 16.00 hingga 17.30 Wita dan menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, lain Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., Kasatgas Pangan Polda NTT AKM Tk. III Itwasda Polda NTT KBP FX. Arianto, S.I.K., M.Si., serta unsur Forkopimda Kabupaten Kupang, perwakilan dinas terkait, perbankan, dan kelompok tani setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan lintas sektor yang kuat dalam pembangunan pertanian daerah.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bank NTT, Bupati Kupang, hingga Gubernur NTT. Peserta acara juga mendapatkan pemaparan mengenai ekosistem gotong royong oleh Tani Optimal Group, testimoni dari penyuluh pertanian, penyerahan hasil panen, penandatanganan MoU dengan Bank NTT, dan diakhiri dengan prosesi panen jagung secara simbolis.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. “Panen simbolis ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, Polri, perbankan, dan petani mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan produksi jagung di NTT,” ujar Kombes Henry menyampaikan arahan Kapolda.
Lebih lanjut, Kombes Henry menegaskan komitmen Polda NTT dalam mendukung berbagai program produktif masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Diharapkan, proyek percontohan ini dapat menjadi model yang direplikasi di wilayah lain sehingga upaya menjadikan NTT sebagai lumbung jagung nasional semakin cepat terwujud. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi petani serta memperkuat sinergitas antarinstansi dalam pengembangan komoditas jagung di daerah.





















