Headline.co.id, Bima ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penurunan drastis kasus campak pada minggu ke-11 tahun 2026. Pada periode tersebut, tercatat 177 suspek dan 121 kasus campak, menurun sekitar 95 persen dibandingkan minggu pertama yang mencatat 2.740 suspek dan 2.268 kasus. “Penurunan ini menunjukkan hasil positif dari upaya pencegahan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, hingga minggu ke-9 tahun 2026, jumlah kasus campak mencapai 8.716 dengan suspek sebanyak 10.826. Pemerintah telah meningkatkan program imunisasi di berbagai daerah sebagai langkah pencegahan. Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan bahwa penurunan kasus pada minggu ke-9 disebabkan oleh imunisasi dan edukasi yang masif mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Andi juga mengungkapkan bahwa terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. “Kami terus memantau dan melakukan tindakan pencegahan,” ungkap Plt. Dirjen Andi.
Sebanyak 10 kabupaten dan kota dengan jumlah suspek dan kasus tertinggi pada 2026 lain Tangerang Selatan, Bima, Tangerang, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, dan Padang. Data per 12 Maret 2026 menunjukkan bahwa 22 kabupaten dan kota yang mengalami KLB Campak telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) MR untuk anak usia 9-59 bulan. Cakupan tertinggi tercatat di Pamekasan dengan 47,93 persen, diikuti Jember 38,64 persen, dan Bima 22,73 persen.
Selain itu, data per 12 Maret 2026 juga menunjukkan lima kabupaten dan kota dengan kasus campak tertinggi yang melakukan Catch Up Immunization (CuC) atau Imunisasi Kejar Serentak Campak-Rubela (MR). Cakupan imunisasi di Jakarta Barat mencapai 56,4 persen, Jakarta Pusat 80,4 persen, Depok 17,3 persen, Tangerang Selatan 8,4 persen, dan Palu 5,6 persen. “Kami terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi,” kata Plt. Dirjen Andi.





















