Headline.co.id, Sumenep ~ Pada bulan Ramadan 1447 Hijriah, kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditingkatkan. Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sumenep mengadakan acara santunan bagi penyandang tuna netra. Acara ini dikemas dalam bentuk buka bersama dan Pondok Ramadan.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Binar Sumenep pada Kamis (19/3/2026). Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan sosial bagi penyandang disabilitas. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas, melibatkan Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Cabang Sumenep, Ponkes Asy-Syifa Munawaroh, Anagata, serta SMP Binar Sumenep.
Ketua IKA Unair Sumenep, Zamzami Sabiq, menekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisik atau materi, tetapi oleh ketakwaan dan amal perbuatannya. “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Allah tidak melihat rupa dan harta, tetapi melihat hati dan amal kita,” ujarnya dalam tausiyah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat empati, ukhuwah, dan kebersamaan, terutama bagi penyandang tuna netra yang sering kali terabaikan. Wakil Ketua IKA Unair Sumenep, Fardian Yedasukma, mengingatkan bahwa kepedulian terhadap difabel harus bersifat berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Penyandang tuna netra memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses dan kesempatan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif,” tegasnya. Menurutnya, momentum Ramadan menjadi pengingat penting untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong partisipasi aktif berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang ramah difabel.
Melalui kegiatan ini, IKA Unair Sumenep menegaskan perannya tidak hanya dalam ranah akademik dan profesional, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial yang aktif mendorong nilai kemanusiaan. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus diperluas agar semangat inklusivitas dan kepedulian sosial dapat tumbuh berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan.





















