Headline.co.id, Surabaya ~ Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango tetap dapat menyediakan air bersih bagi warga Kota Malang. Pernyataan ini muncul di tengah tantangan besar yang dihadapi, terutama akibat tingginya volume sampah di aliran sungai.
Fahmi menjelaskan bahwa kualitas air baku sangat terpengaruh oleh sampah, terutama saat hujan deras yang meningkatkan debit banjir dari hulu. “Ini merupakan dampak dari kebiasaan membuang sampah ke sungai serta sistem pengelolaan sampah yang belum memadai,” ujarnya pada Kamis (19/3/2026).
Menurut Fahmi, degradasi lingkungan menjadi tantangan utama dalam pengelolaan SPAM Bango, terutama saat intensitas hujan tinggi yang membawa sampah dan sedimen ke Sungai Bango. Untuk mengatasi hal ini, PJT I melakukan langkah konkret dengan membersihkan hambatan pada pipa intake melalui pembersihan intensif oleh tim selam khusus yang terlatih menangani sedimen di dalam air.
Selain itu, PJT I juga memasang unit trash boom di permukaan sungai untuk menahan sampah agar tidak masuk ke sistem pengolahan air. Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menyatakan bahwa tantangan operasional sangat dipengaruhi oleh faktor alam. Saat curah hujan tinggi, aliran sungai membawa tidak hanya sampah, tetapi juga sedimen yang berpotensi menutup saluran intake.
“Kami menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat untuk menjaga kualitas air,” kata Didik. Ia menambahkan bahwa kualitas air produksi dipantau secara real-time melalui sistem SCADA serta pengujian berkala setiap jam. Hasilnya, kualitas air secara konsisten memenuhi standar air minum sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, serta diverifikasi oleh laboratorium independen sejak operasional dimulai pada Agustus 2025.
PJT I juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi perubahan musim agar pasokan tetap stabil. Berdasarkan studi teknis, debit dasar Sungai Bango dinilai aman untuk menjaga kontinuitas produksi meski memasuki musim kemarau. Ke depan, pengelolaan WTP Bango membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan perbaikan tata guna lahan di wilayah hulu.
“Kami berharap WTP Bango dapat terus melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kota Malang secara optimal, seiring komitmen evaluasi operasional yang berkelanjutan,” tambahnya. (Mc.Jatim/Eyv)





















