Headline.co.id, Jakarta ~ Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama di ruas tol Trans Jawa mulai 17 Maret 2026. Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Selasa, 17 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik yang diprediksi akan terjadi di ruas tol arah Jawa.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa penerapan one way sepenggal ini diharapkan dapat mengurai kepadatan dan memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa, terutama pada periode puncak arus mudik. “Kami optimis langkah ini dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, sehingga arus lalu lintas selama Operasi Ketupat dapat tetap aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya.
Kakorlantas juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere serta Surat Keputusan Bersama yang dinilai dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak menumpuk pada satu waktu. Sebelumnya, Korlantas Polri telah merencanakan pemberlakuan one way nasional pada 18 Maret, atau hari keenam Operasi Ketupat 2026.
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik diperkirakan pada tanggal 18 Maret. Jadi, tanggal 18 Maret itu nanti jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” jelas Irjen Pol Agus Suryonugroho di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Cikampek, Senin, 16 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa jika infrastruktur teknologi traffic accounting dapat dikendalikan, maka kebijakan ini bisa berubah menjadi one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama, yang akan diumumkan lebih lanjut.





















