Headline.co.id, Di Kota Gorontalo ~ ribuan lampu minyak yang menggunakan bahan bakar dari minyak jelantah dinyalakan secara serentak dalam tradisi malam pasang lampu atau tumbilotohe. Acara ini berlangsung di Kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo pada Senin, 16 Maret 2026. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan menyambut Idulfitri 1447 H sekaligus sebagai kampanye penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Tumbilotohe adalah tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo sejak awal masuknya Islam. Biasanya, warga memasang lampu minyak di halaman rumah selama tiga malam terakhir menjelang Idulfitri. Namun, yang membedakan pelaksanaan tahun ini adalah penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar utama, menggantikan minyak tanah yang biasa digunakan.
“Kami menyebutnya sebagai Green Tumbilotohe Biodiesel Minyak Jelantah,” ujar Fuad Pantoiyo, pengajar Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET) Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pada Selasa, 17 Maret 2026. Fuad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama TRET UNG dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Gorontalo.
Minyak jelantah yang biasanya dibuang oleh rumah tangga dan rumah makan dikumpulkan dan diolah oleh mahasiswa TRET menjadi bahan bakar lampu. Proses ini dinilai mampu mengurangi limbah, menekan emisi karbon, dan memberikan nilai ekonomi. “Minyak jelantah dapat diolah lagi menjadi bahan bakar terbarukan seperti biodiesel atau lainnya,” kata Fuad.
Fuad menambahkan bahwa minyak jelantah memiliki potensi energi yang hampir setara dengan bahan bakar fosil, sehingga dapat menjadi bagian dari ekonomi sirkular. Masyarakat diimbau untuk mengumpulkan minyak jelantah dan menjualnya ke pedagang pengumpul atau bank sampah, kemudian minyak tersebut diproses menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
“Jelantah selama ini hanya dibuang percuma, mencemari lingkungan. Dengan membuat lampu berbahan jelantah ini kami ingin menawarkan konsep tumbilotohe yang ramah lingkungan dan mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular,” ucap Fuad.























