Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah ~ Aceh, melalui Dinas Pertanian dan Pangan, berencana mendistribusikan 10,2 juta bibit kopi arabika pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program hilirisasi pembangunan pertanian nasional. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menegaskan bahwa kopi adalah komoditas utama masyarakat setempat, sehingga penguatan sektor ini menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Kopi merupakan komoditas utama masyarakat kita. Dengan distribusi bibit untuk perluasan dan peremajaan kebun kopi, kami berharap produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik. Pemkab Bener Meriah siap mendukung program ini secara maksimal,” ujar Tagore.
Program ini mencakup perluasan lahan kopi seluas 5.100 hektare serta peremajaan tanaman kopi di area yang sama. Kopi arabika dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis dan ketinggian wilayah Kabupaten Bener Meriah. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bener Meriah, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa distribusi bibit untuk program hilirisasi dijadwalkan pada Agustus 2026. Sementara itu, penyaluran bibit untuk kebun kopi yang terdampak bencana seperti longsor akan dilakukan pada November 2026.
“Penyaluran bibit akan dilakukan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap kecamatan dan diberikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani. Petani yang memiliki lahan baru atau ingin melakukan peremajaan tanaman dapat mengajukan permohonan melalui BPP setempat,” jelas Uswatun.
Selain mendukung pengembangan kebun baru dan peremajaan, program ini juga memberikan perhatian bagi petani yang kebun kopinya terdampak bencana. Usulan kebutuhan bibit akan diverifikasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan sebelum disalurkan melalui dukungan Kementerian Pertanian pada 2026.
Melalui program ini, Pemkab Bener Meriah berharap distribusi bibit kopi dapat tepat sasaran, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pemulihan kebun terdampak bencana. Upaya ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Bener Meriah sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika unggulan di Provinsi Aceh.






















