Headline.co.id, Redelong ~ Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Bener Meriah mengalami penurunan sebesar 0,13 persen pada minggu kedua Maret 2026. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Informasi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bener Meriah secara virtual bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, pada Senin (16/3/2026), di ruang Saber Pungli Lantai 2 Setdakab Bener Meriah.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh unsur kementerian, lembaga, gubernur, bupati, serta Forkopimda se-Indonesia sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi nasional yang terpadu. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Bener Meriah, Ihsan, menjelaskan bahwa IPH pada minggu kedua Maret 2026 tercatat sebesar 3,17 persen, turun dari minggu pertama yang berada pada angka 3,30 persen. “IPH Bener Meriah mengalami penurunan sebesar 0,13 persen pada minggu kedua ini,” ujarnya.
Ihsan merinci bahwa sejumlah komoditas utama yang menjadi penyumbang IPH di Bener Meriah pada periode tersebut lain adalah daging sapi sebesar 2,14 persen, daging ayam ras 0,86 persen, dan beras 0,28 persen. Menurutnya, dinamika perubahan IPH dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan permintaan masyarakat menjelang Idulfitri, fluktuasi pasokan bahan pangan, serta biaya logistik distribusi.
Pemerintah daerah melalui TPID terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan yang berpotensi memicu inflasi. Melalui langkah pengendalian yang terintegrasi, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan baik.





















