Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ketahanan rupiah terhadap guncangan global saat ini masih dalam kondisi yang cukup baik. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan terpengaruh oleh konflik di Timur Tengah. Menurut Purbaya, anggapan bahwa nilai tukar rupiah hancur tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Purbaya menjelaskan bahwa pelaku pasar yang menanamkan dana di Indonesia masih menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi negara. Ia mencontohkan indikator risiko negara seperti Credit Default Swap (CDS) Indonesia dengan tenor lima tahun yang masih stabil. Selain itu, perubahan spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury juga sangat kecil.
Lebih lanjut, Purbaya menyebutkan bahwa data arus modal menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik tetap terjaga. Pada bulan Maret, meskipun terjadi outflow SBN sekitar Rp0,7 triliun, terdapat inflow ke instrumen SRBI sekitar Rp2,2 triliun dan inflow di pasar saham juga sekitar Rp2,2 triliun. “Ini menunjukkan bahwa investor masih percaya pada pasar keuangan kita,” jelas Purbaya.
Menkeu menekankan bahwa situasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun ada tantangan dari luar negeri. “Kita harus melihat data dan fakta yang ada, bukan hanya berdasarkan asumsi,” pungkasnya.






















