Headline.co.id, Bengkalis ~ Pemerintah Provinsi Riau telah menyelesaikan tahap pertama Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Sebanyak 35 ton garam (NaCl) disemai ke awan-awan potensial hujan selama operasi berlangsung. Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
OMC diharapkan dapat membantu memadamkan kebakaran, terutama di area yang sulit dijangkau oleh tim darat. Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat berencana melanjutkan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada April mendatang. Namun, pemerintah daerah berharap pelaksanaan tahap lanjutan ini dapat dipercepat karena kebakaran di beberapa wilayah semakin meluas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Ghafur, menyatakan bahwa modifikasi cuaca adalah langkah strategis dalam mengendalikan karhutla. Menurutnya, cuaca panas, angin kencang, dan karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan. “Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat,” ujar Jim Ghafur di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Jumat (13/3/2026).
Saat ini, empat daerah di Provinsi Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis. Di Kabupaten Kampar, kebakaran terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang, dan tim gabungan terus berupaya memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman warga. Kebakaran juga dilaporkan di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, serta Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, sejumlah titik api yang sebelumnya muncul di Kota Pekanbaru telah berhasil dikendalikan oleh petugas. “Beberapa titik di Pekanbaru sempat muncul, namun sudah berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan,” jelas Jim. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan akan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui upaya pemadaman darat oleh tim gabungan.



















