Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan produksi padi gogo pada tahun 2026 dengan menargetkan luas tanam nasional sebesar 320 ribu hektare. Untuk mencapai target tersebut, Kementan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah melakukan kegiatan percontohan poligonisasi lahan padi gogo di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data luas lahan yang akurat dan dapat dimasukkan ke dalam Kerangka Sampling Area (KSA) BPS.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Leli Nuryati, yang juga bertanggung jawab atas Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi, menyatakan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki terobosan untuk mengoptimalkan potensi lahan padi gogo. “Luas lahan padi gogo yang ditanam secara rutin tiap tahun oleh petani perlu diperhitungkan dalam frame KSA secara proporsional sehingga dapat mendongkrak produksi padi nasional,” ujarnya saat kegiatan poligonisasi di Desa Bojong Jenggol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).
Leli menambahkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki lahan padi gogo yang cukup luas, menjadikannya sebagai percontohan kegiatan poligonisasi yang nantinya akan diterapkan secara nasional. Pada tahun 2026, Kabupaten Sukabumi ditargetkan menanam padi gogo seluas 17.558 hektare. Realisasi tanam padi gogo pada tahun 2025 di Sukabumi tercatat seluas 23.231,6 hektare, dengan penanaman dilakukan dari September hingga Desember 2025 dan panen berlangsung dari Januari hingga April 2026.
Leli berharap kegiatan poligonisasi ini dapat diintegrasikan dengan frame KSA BPS untuk meningkatkan akurasi data luas tanam dan panen. “Dengan begitu, luas tanam yang tercatat dalam meningkatkan luas panen tercatat oleh KSA BPS,” tambahnya.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat, menyatakan bahwa poligonisasi padi gogo bertujuan untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS. “Kabupaten Sukabumi ini merupakan daerah yang memiliki potensi lahan padi gogo yang sangat luas, potensinya ada sekitar 37 ribu hektar,” katanya. Nandang berharap potensi ini dapat digarap optimal dengan dukungan Kementerian Pertanian, termasuk penyediaan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian.
Ketua Kelompok Hidup Baru, Desa Bojong Jengkol, Ujang Sofyan Syarif, menyambut baik program penanaman padi gogo ini. Ia menyatakan bahwa penanaman padi gogo saat ini bersifat musiman dengan produksi 3 hingga 4 ton per hektare. “Kami yakin bisa tanam dua kali setahun asalkan didukung oleh pemerintah,” ujarnya. Ujang juga berharap pemerintah dapat menyediakan bantuan alat mesin pertanian untuk mengolah lahan yang berlereng.
Kegiatan poligonisasi di Kabupaten Sukabumi berlangsung dari 11 hingga 13 Maret 2026, mencakup 11 kecamatan, termasuk Waluran, Cisolok, Kabandungan, dan lainnya. Poligonisasi dilakukan menggunakan drone, aplikasi ArcGis Field Map, dan kuesioner identifikasi padi gogo.























