Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia mendesak Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk segera menghentikan serangan terhadap Iran dan meminta Iran untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Desakan ini disampaikan setelah terjadinya peningkatan konflik bersenjata yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026), yang kemudian diikuti oleh serangan balasan dari Iran. Konflik ini telah menyebabkan lebih dari 1.200 orang tewas, termasuk ratusan anak-anak.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam pernyataan tertulis yang dipantau di Jakarta pada Senin (9/3/2026) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan dan dampak kemanusiaan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. “Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan penggunaan kekerasan,” demikian pernyataan Kemlu RI melalui media sosial X. Pernyataan tersebut menegaskan kembali pentingnya menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, terutama larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.
Pemerintah Indonesia mendorong agar ketegangan segera diredakan dan mengajak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi. Di tengah situasi keamanan yang semakin memburuk, pemerintah Indonesia juga meningkatkan pemantauan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara kawasan Teluk. “Kami terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan kepada WNI yang membutuhkan,” tulis Kemlu RI.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa hampir 30 persen dari korban tewas dalam serangan tersebut adalah anak-anak. “Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima,” kata Mohajerani seperti dikutip oleh stasiun televisi SNN pada Jumat (6/3/2026).
Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah meningkat menjadi 1.230 orang. Selain korban jiwa, sekitar 3.090 bangunan tempat tinggal, 528 toko, dan 13 fasilitas medis, termasuk sembilan lokasi Bulan Sabit Merah Iran, turut terkena dampak. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk.
Indonesia, sejak awal eskalasi, telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan pihak-pihak yang berkonflik demi menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif di kawasan. Sementara itu, tahap pertama evakuasi 32 WNI dari Iran telah dimulai pada Jumat (6/3/2026) melalui Azerbaijan dan dijadwalkan tiba pekan ini.





















