Headline.co.id, Morowali ~ Pemerintah Kabupaten Morowali mengadakan Seminar Awal Penyusunan Dokumen Revisi Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) untuk periode 2025–2029. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Bappelitbangda Morowali pada Senin (9/3/2026). Seminar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Morowali Yusman Mahbub, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perusahaan, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), tim penyusun dari Universitas Tadulako, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Morowali Yusman Mahbub secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kemiskinan masih menjadi salah satu isu pembangunan yang memerlukan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Yusman menjelaskan bahwa kemiskinan tidak hanya terkait dengan keterbatasan pendapatan masyarakat, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan berbagai layanan dasar lainnya.
Data tahun 2025 menunjukkan bahwa persentase kemiskinan di Kabupaten Morowali mencapai 10,38 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 13.650 jiwa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menurunkan angka tersebut melalui berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Yusman menegaskan bahwa pelaksanaan seminar awal ini merupakan langkah penting dalam proses penyusunan dokumen revisi RPKD Kabupaten Morowali.
“Partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat dibutuhkan agar dokumen yang dihasilkan nantinya benar-benar komprehensif, realistis, serta mampu menjawab berbagai permasalahan kemiskinan yang ada di Kabupaten Morowali,” ujar Yusman. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan penyusunan dokumen RPKD dengan berbagai dokumen perencanaan pembangunan lainnya, baik di tingkat nasional maupun daerah, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta kebijakan strategis lainnya.
Keselarasan ini dinilai penting agar program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan secara sinergis, efektif, dan saling mendukung dalam mencapai target pembangunan daerah. Selain itu, Sekda Morowali berharap Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dapat berperan aktif dalam proses penyusunan dokumen tersebut, khususnya dalam penyediaan data yang akurat, analisis yang komprehensif, serta perumusan program dan kegiatan yang inovatif dan tepat sasaran.
Melalui pelaksanaan seminar ini, diharapkan dapat lahir berbagai gagasan, rekomendasi, serta strategi yang mampu memperkuat arah kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Morowali, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.






















