Headline.co.id, Batu ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua kepada 84 kepala keluarga (KK) di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Bantuan ini diberikan kepada warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025, yang mengakibatkan rumah mereka tertimbun material vulkanik berupa pasir dan batu setinggi lebih dari dua meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya. “Sebanyak 84 KK yang menerima bantuan ini adalah warga yang rumahnya terdampak langsung. Sementara warga yang sudah menempati hunian tetap di Desa Sumbermujur tidak lagi menerima DTH,” ujarnya.
Pada tahap pertama, warga telah menerima bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Pada tahap kedua ini, bantuan dengan nominal yang sama diberikan selama enam bulan, sehingga setiap keluarga menerima total Rp3.600.000. Dana ini diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, seperti menyewa atau mengontrak rumah, sambil menunggu proses pembangunan hunian relokasi selesai.
Pemerintah daerah juga mempercepat proses relokasi bagi warga terdampak. Tim teknis saat ini sedang melakukan survei lahan dan menyiapkan dokumen administratif sebagai bagian dari pembangunan hunian baru. Isnugroho mengingatkan warga agar tidak kembali menempati rumah lama yang telah tertimbun material vulkanik, karena wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi warga hingga proses relokasi selesai. Pemerintah telah menyiapkan lahan relokasi seluas sekitar 1,5 hektare di belakang balai desa untuk pembangunan hunian baru. “Dana Tunggu Hunian akan terus diberikan sampai hunian relokasi benar-benar selesai dibangun,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana mengusulkan pembangunan hunian tetap kepada pemerintah pusat untuk merelokasi sekitar 135 kepala keluarga warga Dusun Sumberlangsep ke kawasan yang lebih aman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana yang terencana dan berkelanjutan, memastikan masyarakat terdampak erupsi Semeru mendapatkan kepastian tempat tinggal yang lebih aman di masa mendatang.





















