Headline.co.id, Surabaya ~ Di Dusun Betas, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, puluhan ibu-ibu aktif memproduksi batik dengan motif daun kelor. Aktivitas membatik ini mulai berkembang sejak 2021, berkat dukungan dari salah satu perusahaan di Gempol yang memberikan pelatihan hingga para ibu-ibu tersebut mampu memproduksi batik secara mandiri.
Pada akhir masa pandemi, PT Sorini memberikan pelatihan membatik kepada Solikhah, seorang pembatik di Kepulungan, bersama beberapa warga di RT8 RW10. Pelatihan ini memotivasi Solikhah untuk memulai produksi batik secara mandiri dan berani memasarkan hasil karyanya sendiri. “Kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini, kami bisa mandiri dan memasarkan produk kami,” ujar Solikhah dalam siaran tertulis Pemkab Pasuruan, Selasa (3/3/2026).
Sejak awal produksi, setiap batik yang dibuat selalu menampilkan motif lima daun bercabang, yang kini menjadi ciri khas desa tersebut. “Motif ini menjadi identitas kami dan sangat diminati,” tambahnya.
Proses pembuatan batik melibatkan berbagai tahapan, mulai dari membuat desain, mencanting, mewarnai, mencelupkan, hingga melunturkan malam. Semua proses ini dilakukan dengan teliti oleh 19 ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas. Saat ini, batik kelor khas Pulungan telah menjadi produk yang banyak diminati sebagai oleh-oleh khas daerah dengan nama “Batik Canting Cantik Wong Pulungan.” Harga batik ini berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung pada kualitas bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya.
Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, menjelaskan bahwa ini adalah upaya untuk memberikan kesempatan kepada perempuan di Desa Kepulungan untuk belajar membatik. Menurutnya, pelatihan ini didukung oleh pihak swasta di sekitar perusahaan. Ia berharap, dengan keterampilan membatik ini, masyarakat dapat lebih sejahtera dan memiliki daya saing melalui produk unggulan mereka. Didik Hartono juga menyampaikan bahwa hampir setiap dusun memiliki perwakilan, dan ke depannya pelatihan batik akan diperluas agar semua masyarakat dapat lebih sejahtera dan berdaya saing melalui produk unggulan mereka. (MC Prov Jatim /yan-hjr/eyv)





















