Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa penguatan keterampilan merupakan salah satu kunci utama bagi pekerja dalam menghadapi disrupsi yang disebabkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan robotik di dunia kerja. Hal ini disampaikan Menaker pada Senin (23/2/2026), menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan industri yang cepat.
Menaker Yassierli menekankan bahwa semangat “no one left behind” harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengajak serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) untuk bersama-sama menjalankan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan industri.
Menaker juga berharap agar SP/SB dapat memanfaatkan 42 balai pelatihan yang dimiliki oleh Kemnaker dan tersebar di seluruh Indonesia. Balai pelatihan ini diharapkan dapat menjadi pusat solusi dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja. Menaker menegaskan bahwa tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling, seiring dengan kebutuhan industri yang terus berkembang dan menuntut kompetensi baru.
Selain itu, Menaker menyinggung pentingnya pengembangan pekerjaan ramah lingkungan (green jobs) sebagai respons terhadap transformasi ekonomi hijau. Menurutnya, tenaga kerja Indonesia harus dipersiapkan dengan karakter dan kompetensi baru yang relevan melalui langkah-langkah konkret dan terukur.


















