Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok digital global dengan berpartisipasi aktif dalam AI Impact Summit 2026. Acara ini berlangsung pada 18–20 Februari 2026 di New Delhi, India. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki kolaborasi internasional di sektor semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI), yang merupakan dua sektor kunci dalam arsitektur industri teknologi masa depan.
Dalam pertemuan bilateral dengan para pemimpin industri India, termasuk Tata Group dan Tyrone (Netweb Technologies), Nezar secara khusus mengeksplorasi potensi kerja sama dalam pengembangan industri semikonduktor. Indonesia menegaskan komitmennya terhadap hilirisasi mineral kritis, termasuk pasir silika yang merupakan komponen penting dalam produksi chipset. “Kami berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui kolaborasi strategis ini,” tegas Wamenkomdigi dalam keterangannya dari India, seperti dilansir pada Sabtu (21/2/2026).
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang untuk transfer teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat pembentukan ekosistem manufaktur teknologi tinggi di dalam negeri. Selain mendorong kerja sama industri, Indonesia juga menunjukkan daya saing talenta digitalnya di tingkat global. Hal ini terlihat dari keberhasilan siswa-siswi Indonesia meraih penghargaan dalam Intel Global Competition Award. Dua inovasi berbasis AI yang mendapat sorotan adalah Agrify di bidang pertanian dan SITANGGAP untuk deteksi dini gejala stroke. “Kami bangga dengan prestasi ini dan akan terus mendukung ekosistem inovasi agar proyek-proyek inspiratif seperti Agrify dan SITANGGAP dapat terus berkembang,” ujar Wamen Nezar.
Selama AI Impact Summit 2026, Wamen Nezar juga berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi global mengenai perkembangan AI, pemanfaatannya untuk pelayanan publik, serta penguatan infrastruktur digital yang adaptif dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif Indonesia dalam forum ini menegaskan transformasi peran Indonesia dari sekadar pengguna teknologi menjadi mitra strategis dalam pembentukan ekosistem dan rantai pasok teknologi global. Hal ini sekaligus memastikan transformasi digital nasional berjalan inklusif dan berdaya saing.




















