Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaksanakan program penambahan pasokan cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan harga cabai rawit yang sebelumnya melonjak hingga Rp120.000 per kilogram, dengan harga jual saat ini di PIKJ sebesar Rp55.000 per kilogram.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menyatakan bahwa pasokan cabai pada 19 Februari 2026 didatangkan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. “Kami memastikan pasokan cabai dari daerah-daerah tersebut untuk menjaga stabilitas harga,” kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (21/2/2026).
Agung menambahkan bahwa kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan semua pihak, sehingga harga untuk konsumen dapat stabil dan petani tetap mendapatkan margin yang wajar. “Kami berupaya agar semua pihak diuntungkan dengan kebijakan ini,” jelasnya.
Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menyatakan bahwa secara nasional stok cabai rawit merah dalam kondisi aman dan bahkan surplus. Penambahan pasokan di PIKJ ini bertujuan agar harga kembali wajar tanpa merugikan petani. “Kami pastikan stok aman dan harga stabil,” ungkapnya.
Program Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan dengan berkolaborasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ, serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino, menyampaikan komitmen Bapanas untuk aksi bersama ini. “Kami memfasilitasi distribusi agar pasokan lekas stabil dan harga kembali normal. PIKJ sebagai barometer harga cabai nasional menjadi target utama untuk aksi saat ini,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Stabilitas harga pangan adalah prioritas kami,” ujar Mentan Amran.




















