Headline.co.id, Cilegon ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 11.428 penumpang di lintas Commuter Line Merak. Data ini menunjukkan penggunaan layanan yang stabil selama lebih dari dua bulan operasional. PT KAI menyampaikan informasi ini dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026.
Stasiun Cikeusal di Banten mencatat pergerakan penumpang tertinggi dengan 3.730 penumpang naik dan 3.511 penumpang turun. Hal ini menandakan peran penting Cikeusal sebagai pusat distribusi utama untuk komoditas lokal, termasuk hasil pertanian, makanan olahan, dan produk kerajinan yang dipasarkan ke Serang, Cilegon, dan Merak.
Kereta Petani dan Pedagang merupakan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses modifikasi meliputi penataan ulang interior, pengaturan ruang bagasi agar lebih teratur, peningkatan aspek keselamatan, serta penyesuaian akses naik turun di beberapa stasiun. Pengerjaan ini dilakukan oleh tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam jumlah tertentu.
Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk dengan area bagasi khusus dan dioperasikan dalam 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun. Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli dengan ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm untuk menjaga keteraturan selama perjalanan.
Layanan ini merupakan hasil kolaborasi KAI Group dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa modifikasi yang dilakukan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” ujar Anne.




















