Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional. Penandatanganan tersebut dilakukan pada Kamis, 19 Februari 2026, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.
Sekjen Kunta menyatakan bahwa kerja sama ini mendukung pelaksanaan program kesehatan yang sejalan dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan. Menurutnya, dukungan WHO telah memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem ketahanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” jelas Sekjen Kunta.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah. Sekjen Kunta berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar selaras dengan indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan.





















