Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan prakiraan cuaca dan iklim menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta pada Rabu, 12 Februari 2026. BMKG memaparkan prediksi terkait curah hujan, dinamika atmosfer, serta potensi banjir rob dan gangguan penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa Indonesia masih berada pada puncak musim hujan. “Saat ini kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari–Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan BMKG.
BMKG memperkirakan curah hujan pada Februari 2026 umumnya berkisar dari kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Memasuki Maret 2026, hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan dari minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026. Selama periode 1–31 Maret 2026, kondisi cuaca didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan sedang. Pada 1–10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih dominan dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua. Sementara pada 11–20 Maret dan 21–30 Maret 2026, pola cuaca relatif serupa, didominasi hujan ringan hingga sedang. BMKG menegaskan prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini.
Selama periode Hari Raya Idulfitri, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis, khususnya di wilayah selatan Indonesia. Pada Maret 2026, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) perlu diwaspadai di kawasan Sumatra Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara. Dampaknya dapat berupa turbulensi dan petir pada rute penerbangan, hujan lebat, badai guntur, wind gust, serta wind shear di area bandara (aerodrome).
BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob pada Maret 2026 akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan.
Untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, BMKG menyediakan berbagai platform informasi cuaca sektor transportasi, lain Digital Weather for Traffic (DWT), System of Interactive Aviation Meteorology (Ina-SIAM), Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS), website dan aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi, Dynamic Message Sign (DMS) di jalan tol, SMS Blast, hingga display cuaca outdoor. BMKG juga menyampaikan informasi cuaca ekstrem melalui grup WhatsApp kepada para pemangku kepentingan serta menerbitkan siaran pers kepada kepala daerah dan stakeholder terkait.
Di tingkat pusat, Posko BMKG berada di Kantor Pusat BMKG dan terintegrasi dengan Posko Kementerian Perhubungan. Di daerah, terdapat 38 UPT BMKG di setiap provinsi serta posko gabungan di 13 pelabuhan dan 96 bandara. Selain itu, BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya dalam menekan intensitas hujan di wilayah berisiko.
Secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idulfitri 2026 relatif kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat. Meski demikian, potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG seperti bmkg.go.id dan Call Center 196 guna mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.



















