Headline.co.id, Sekayu ~ Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) memperkuat kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat. Langkah ini dibahas dalam pertemuan Bupati M. Toha Tohet dan jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muba di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate pada Rabu, 11 Februari 2026.
Bupati Muba, M. Toha Tohet, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan langkah pemerintah daerah dan instansi penyelenggara layanan haji dan umrah. Fokus utama adalah meningkatkan kenyamanan dan kepastian pelayanan bagi masyarakat. “Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Sinergi yang kuat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah bagi masyarakat Muba,” ujar Toha.
Toha menegaskan bahwa Pemkab Muba terus berupaya melakukan pembenahan, mulai dari peningkatan fasilitas pendukung hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan akan mempermudah proses perencanaan keberangkatan dan memberikan rasa aman bagi calon jemaah. “Jika sinergi tetap berjalan dengan baik, Insyaallah proses perencanaan masyarakat untuk melaksanakan haji dan umrah akan semakin lancar dan tertata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muba, Muhammad Ansori, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki mandat untuk menyelenggarakan pelayanan haji dan umrah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memastikan pembinaan jemaah berjalan optimal. Ia menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk pembinaan dan persiapan keberangkatan.
“Saat ini terdapat 233 calon jemaah haji asal Muba yang telah memasuki tahapan manasik. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Kami berharap seluruh proses persiapan hingga keberangkatan dapat berjalan lancar,” jelas Ansori. Penguatan koordinasi pemerintah daerah dan penyelenggara layanan ibadah haji dinilai penting, mengingat tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Dukungan layanan yang terintegrasi diharapkan tidak hanya memperlancar proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kesiapan jemaah secara spiritual dan teknis sebelum keberangkatan.





















