Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan mata bagi masyarakat, terutama melalui operasi katarak gratis. Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya layanan ini dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga. Pernyataan ini disampaikan Yudha saat menghadiri acara bakti sosial kesehatan di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Lumajang pada Rabu, 11 Februari 2026.
Yudha menyatakan bahwa kegiatan sosial di bidang kesehatan mata memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal. “Masyarakat Lumajang masih sangat membutuhkan bantuan sosial seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Ke depan, tentu akan kami fasilitasi lebih maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa katarak tidak hanya menjadi masalah medis, tetapi juga mempengaruhi produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan sosial. Banyak warga usia produktif yang aktivitasnya terganggu akibat keterbatasan penglihatan. Selain operasi katarak, Pemkab Lumajang juga fokus pada kesehatan mata anak-anak dengan memfasilitasi pemeriksaan mata dan menyediakan kacamata gratis bagi yang membutuhkan.
“Anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata akan kami fasilitasi. Apabila memerlukan kacamata, akan kami berikan. Untuk pasien katarak, penanganannya akan difasilitasi di RSUD,” tegas Yudha.
Data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwa sekitar 900 warga penderita katarak masih menunggu penanganan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Rosyidah, menjelaskan bahwa antrean panjang ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga medis. Saat ini, RSUD dr. Haryoto hanya memiliki tiga dokter spesialis mata, dengan ketentuan masing-masing dokter menangani maksimal 10 pasien per hari sesuai regulasi BPJS Kesehatan.
“Antrean pasien katarak saat ini mencapai 900 orang yang menunggu penanganan. Setiap dokter spesialis mata dibatasi menangani 10 pasien per hari untuk layanan katarak,” jelas Rosyidah.
Situasi ini menunjukkan bahwa percepatan penanganan katarak memerlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan pemerintah, tetapi juga dukungan dari organisasi keagamaan, komunitas, dan elemen masyarakat. Pemkab Lumajang menyambut baik kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar GUPDI sebagai bentuk sinergi dalam menjawab keterbatasan layanan. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penanganan katarak dapat dipercepat sehingga warga terdampak dapat kembali hidup produktif dan mandiri.




















