Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia menetapkan lima agenda prioritas dalam kepemimpinannya di kelompok Developing Eight (D-8) untuk memperkuat kerja sama konkret antarnegara anggota. Selain itu, Indonesia juga berencana membahas solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dalam forum puncak kelompok tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, melalui keterangan resmi pada Selasa (10/2/2026).
Vahd Nabyl menjelaskan bahwa kelima prioritas tersebut terdiri dari empat agenda kerja sama ekonomi dan satu agenda reformasi organisasi. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki D-8, yang beranggotakan sembilan negara berkembang dengan populasi mayoritas Muslim. “Potensi ini ingin ditingkatkan melalui kerja sama D-8,” ujar Vahd Nabyl mengenai agenda pertama, yaitu peningkatan kerja sama perdagangan yang dinilai sangat prospektif mengingat demografi penduduk negara anggota.
Agenda prioritas kedua adalah pengembangan ekonomi halal, yang relevan dengan profil anggota D-8. Prioritas ketiga mencakup pengembangan ekonomi biru dan hijau, dengan fokus pada potensi kerja sama di sektor kelautan dan pangan. Agenda keempat adalah peningkatan konektivitas dan ekonomi digital, termasuk pengembangan UKM dan hubungan people-to-people.
Vahd Nabyl menambahkan bahwa efektivitas keempat agenda ekonomi tersebut akan didukung oleh prioritas kelima, yaitu reformasi internal organisasi D-8. “Prioritas itu mencakup penyesuaian tata kelola, mekanisme pengambilan keputusan, dan anggaran agar implementasi kerja sama D-8 lebih efektif dan berdampak nyata,” jelasnya.
Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir pada Senin (9/2/2026) menyatakan bahwa Indonesia juga akan mengadakan forum khusus dalam rangkaian KTT untuk membahas konflik Israel-Palestina. Pemerintah akan membahas perkembangan terkini serta langkah-langkah yang dapat diambil, termasuk yang telah disepakati Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). “Tentu ujungnya adalah Two State Solution,” tegas Arrmanatha.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 akan diselenggarakan di Jakarta pada April 2026. Kepemimpinan Indonesia untuk periode ini mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.” Tema ini mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan bersama.
D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan resmi menjadi anggota ke-9 pada 2025.




















