Headline.co.id, Bogor ~ Menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meningkatkan upaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas dan memilih kendaraan yang aman di tengah meningkatnya mobilitas mudik.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, dalam siaran pers yang diterima pada Senin (9/2/2025), menegaskan bahwa kendaraan yang memenuhi aspek keselamatan adalah kebutuhan dasar masyarakat dalam bertransportasi. “Kendaraan yang memenuhi aspek keselamatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat dalam bertransportasi,” jelasnya.
Untuk menjamin keselamatan, Kemenhub bersama dinas perhubungan daerah secara rutin melaksanakan inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap angkutan orang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan administrasi sebelum dioperasikan melayani masyarakat.
Hasil rampcheck dapat dikenali secara visual melalui stiker yang ditempel pada kaca depan kendaraan. Kendaraan yang dinyatakan laik jalan diberikan stiker lulus, sedangkan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan akan diberi stiker silang merah sebagai penanda tidak layak beroperasi.
Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan dengan stiker silang merah karena terindikasi tidak memenuhi aspek keselamatan. Pemudik juga didorong lebih aktif melakukan pengecekan mandiri terhadap status kelaikan angkutan umum.
Sebagai bagian dari digitalisasi layanan keselamatan transportasi, Kemenhub menyediakan aplikasi Mitra Darat yang memungkinkan masyarakat memeriksa status uji berkala kendaraan, masa berlaku KIR, hingga dokumen izin penyelenggaraan angkutan. Pengecekan dapat dilakukan dengan memasukkan nomor polisi kendaraan pada aplikasi tersebut.
Selain angkutan umum, Kemenhub mengingatkan pemudik pengguna kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan melalui perawatan berkala. Pengemudi juga diminta merencanakan rute perjalanan, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi cuaca dan jalan, serta menghindari titik rawan seperti genangan air.
Kemenhub menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi tetap prima dengan beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri mengemudi dalam durasi panjang tanpa jeda. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan potensi kecelakaan selama periode mudik Lebaran 2026.





















