Headline.co.id, Pontianak ~ Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, melantik lima pejabat eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak pada Selasa (10/2/2026). Pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menekankan pentingnya pembaruan data masyarakat miskin, penguatan tata kelola aset, dan inovasi lintas sektor. Acara pelantikan berlangsung di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak.
Pejabat yang dilantik meliputi Elsa Risfadona sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Mahardika Sari sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), M Akif sebagai Kepala Dinas Sosial, Irwan Prayitno sebagai Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Syamsul Akbar sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari open bidding yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Dalam arahannya, Edi meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan. Khusus kepada Kepala Dinas Sosial yang baru, ia menekankan pentingnya pembaruan data masyarakat miskin dan penanganan masalah sosial lainnya. Edi juga mengharapkan Dinas Sosial untuk aktif dan responsif terhadap isu-isu yang ada di lapangan.
Untuk Badan Keuangan dan Aset Daerah, Edi menekankan pentingnya pengelolaan aset pemerintah kota yang terdata dengan baik. Ia menegaskan bahwa aset yang jelas statusnya harus dikelola secara produktif untuk memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid eksekutif dan legislatif, terutama dalam pengelolaan anggaran.
Edi juga memberikan perhatian khusus kepada Dinas Komunikasi dan Informatika. Ia menilai peran Diskominfo sangat strategis dalam membentuk arah pembangunan dan persepsi publik di era digital yang serba cepat. Edi meminta Diskominfo untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi, merangkul potensi anak muda, dan membangun sistem pemantauan isu secara real time.
Di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan, Edi menyoroti potensi besar Kota Pontianak yang belum tergarap optimal. Ia mendorong dinas terkait untuk tidak berpikir normatif atau terbatas anggaran, melainkan aktif berinovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pemanfaatan lahan terlantar di tengah kota untuk tanaman pangan dinilai bisa menjadi contoh edukasi sekaligus mendukung kebutuhan pangan lokal.
Kepala Diskominfo Pontianak, Syamsul Akbar, menyatakan akan mengkonsolidasi internal untuk mempelajari kendala-kendala yang dihadapi instansi. Ia juga berencana merangkul lebih banyak pihak untuk kemajuan Pontianak. Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Diskominfo berencana membuat regulasi mengenai tata kelola bermedia sosial di perangkat daerah, serta standarisasi manajemen isu dan penyampaian informasi kepada masyarakat.



















