Headline.co.id, Bantul ~ Sebuah video yang diunggah akun X @merapi_uncover pada Minggu, 8 Februari 2026, viral setelah menampilkan dugaan oknum jasa foto langsung jadi yang melarang wisatawan memotret rombongannya sendiri di kawasan Pantai Parangtritis. Video tersebut menunjukkan seorang pria berompi pink menegur rombongan wisatawan saat berfoto di area pantai. Unggahan ini memantik perhatian publik karena dinilai menyentuh hak pengunjung di ruang publik. Hingga berita ini diturunkan, video telah ditonton puluhan ribu kali dan menuai ratusan komentar warganet.
Dalam unggahan tersebut, akun @merapi_uncover menuliskan, “lokasi di parangtritis min, ada oknum foto langsung jadi yang melarang untuk ngefoto rombongan sendiri.” Video memperlihatkan pria berompi pink yang menyampaikan larangan kepada rombongan wisatawan. “Anda bawa foto itu silahkan tapi jangan ikut memfoto rombongan anda,” ujar pria tersebut dalam video. Pernyataan itu kemudian ditanggapi salah satu anggota rombongan dengan kalimat, “La pripun (La bagaimana, Redaksi).”
Data interaksi menunjukkan video itu telah ditonton sekitar 74.000 kali, dibagikan 215 kali, dan memperoleh sekitar 260 komentar. Respons publik beragam, mulai dari mempertanyakan kewenangan oknum hingga meminta klarifikasi pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman di destinasi wisata.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, DRS. Yuli Hernadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui secara rinci kronologi kejadian dalam video tersebut. Namun, ia menegaskan prinsip umum di ruang publik.
“Saya tidak tahu kejadian pastinya seperti apa. Pada prinsipnya siapapun boleh ambil foto atau video di tempat publik, termasuk Pantai Parangtritis maupun pantai manapun dengan obyek foto atau video yang tidak melanggar privasi orang lain,” ujarnya.
Yuli menjelaskan, terdapat ketentuan berbeda apabila aktivitas fotografi dilakukan sebagai kegiatan usaha. “Kalau misalnya mau jualan jasa foto langsung jadi dalam rangka bisnis usaha jasa foto di obyek wisata, di sana ada paguyuban para pelaku jasa usaha itu. Nah, ini yang tidak bisa terkonfirmasi dari video yang viral tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menemui oknum yang bersangkutan dan langkah pembinaan telah dilakukan melalui paguyuban.
“Sudah ketemu oknumnya, ya diberi pembinaan oleh paguyuban,” tuturnya.
Terkait tindak lanjut kepada masyarakat, Yuli menyebut klarifikasi juga akan disampaikan melalui media sosial.
“Nanti akan dikonter lewat medsos juga oleh tim kami,” pungkasnya.




















