Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan inspeksi mendadak ke dua perusahaan baja di Kawasan Industri Milenium, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (5/2/2026). Inspeksi ini dilakukan terkait dugaan pengemplangan pajak pertambahan nilai (PPN) yang dilakukan oleh PT PSM dan PT PSI. Kedua perusahaan tersebut diduga melakukan transaksi penjualan produk baja tanpa memenuhi kewajiban pembayaran PPN. “Kami akan mendalami lebih lanjut dugaan ini,” kata Purbaya.
Saat melakukan sidak di PT PSM, Purbaya tidak bertemu dengan pemilik usaha. Namun, ia menegaskan akan terus menyelidiki dugaan pengemplangan pajak yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini,” ujar Purbaya.
Purbaya juga menyebutkan bahwa dugaan praktik serupa tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan, melainkan ada sekitar 40 perusahaan lainnya yang terlibat dalam pengemplangan pajak. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap semua perusahaan yang terlibat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten, Aim Nursalim Saleh, menyatakan bahwa perusahaan yang disidak tersebut diduga memiliki unsur kepemilikan warga negara asing (WNA) dari Cina. “Berdasarkan data terakhir, ada tenaga kerja asing, warga negara asing, dan warga negara Indonesia yang terlibat,” ujarnya.
Kerugian negara yang ditaksir sementara dari tiga perusahaan ini mencapai sekitar Rp510 miliar, meskipun angka ini belum final. “Kerugian dari 40 perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4 triliun setiap tahunnya, dari tahun 2016 hingga 2019,” pungkas Bimo.




















