Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam menjaga inflasi dan stabilitas ekonomi daerah dengan memanfaatkan data statistik yang akurat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Desy Riawati, dalam acara rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Riau pada Senin, 2 Februari 2026.
Desy menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya bertujuan untuk mencapai target makroekonomi, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas sosial ekonomi daerah. “Pengendalian inflasi bukan hanya pencapaian target makroekonomi, tetapi merupakan upaya nyata untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas sosial ekonomi di daerah,” ujar Desy.
Ia menjelaskan bahwa inflasi di Provinsi Riau sepanjang tahun 2025 berhasil dijaga dalam koridor sasaran nasional. Memasuki tahun 2026, kebijakan pengendalian inflasi akan terus diarahkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. “Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali melalui penguatan pasokan pangan, peningkatan efisiensi distribusi, serta sinergi pengendalian inflasi lintas sektor dan lintas wilayah,” jelasnya.
Desy juga menyoroti pentingnya Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator yang terus dipantau oleh pemerintah daerah. Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan merupakan penopang utama perekonomian dan kehidupan masyarakat Riau. “NTP menjadi indikator penting yang terus kami cermati. Data NTP yang dirilis BPS menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pertanian yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan pertanian ke depan akan lebih spesifik berbasis subsektor dan wilayah agar peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Desy juga memaparkan data luas panen dan produksi padi di Provinsi Riau berdasarkan rilis BPS. Pada tahun 2025, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) diproyeksikan mencapai 250,84 ribu ton, meningkat 0,26 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan mencapai 222,63 ribu ton, juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi beras tahun 2025 diperkirakan mencapai 127,77 ribu ton, naik 0,26 persen dibandingkan tahun 2024. “Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya penguatan ketahanan pangan di Provinsi Riau menunjukkan hasil nyata. Peningkatan ini merupakan kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, dan para petani,” ungkap Desy.
Selain sektor pertanian, Desy menilai data statistik ekspor-impor dan pariwisata juga memberikan gambaran objektif tentang daya saing dan daya tarik daerah. Pemerintah Provinsi Riau, menurutnya, mengarahkan kebijakan pada diversifikasi produk unggulan, perluasan pasar, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya dan alam yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Melalui rilis Berita Resmi Statistik, pemerintah memperoleh gambaran yang utuh untuk memastikan arah pembangunan daerah periode 2025–2029 tetap berada pada jalur yang realistis dan berkelanjutan. “Kami menyampaikan terima kasih kepada BPS Provinsi Riau atas konsistensinya menjaga kualitas statistik daerah. Sinergi ini sangat penting dalam mewujudkan pemerintahan berbasis data dan pembangunan yang tepat sasaran,” tutup Desy.


















